Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Memburu Angin di Kaligarang, Tradisi Layang-layang yang Belum Putus

Langit di atas bantaran Kaligarang Kota Semarang perlahan berubah jingga ketika suara anak-anak mulai pecah dari tepian sungai, Jumat (29/5/2026).

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/budi susanto
BERMAIN LAYANGAN - Seorang anak memainkan layang-layang di kawasan bantaran Kaligarang, Kota Semarang, Jumat (29/5/2026). Permainan sederhana ini menjadi ruang hiburan murah meriah bagi anak-anak kampung di tengah maraknya gawai digital. 

Beberapa bahkan nyaris turun ke badan jalan.

“Awas dalan!” (Awas jalan)

“Ojo nganti tengah dalan!” (Jangan sampai di tengah jalan)

Suara orang dewasa beberapa kali terdengar mengingatkan mereka.

Namun bagi anak-anak itu, mengejar layangan putus seperti menjadi bagian paling seru dari permainan sore.

Di antara kerumunan anak-anak itu, Rafael Damar Setya Prakoso tampak paling sibuk. 

Bocah kecil itu terus memandangi langit sambil menarik benang layangannya perlahan.

“Senang main layangan,” ujarnya pelan.

Bagi Rafael, bermain layangan bukan sekadar mengisi waktu sore. Ada rasa bangga ketika layangannya mampu bertahan paling lama di udara atau berhasil memutus benang lawan.

“Kadang-kadang menang, kadang-kadang enggak,” katanya sambil tersenyum malu.

Namun di balik keseruan itu, Rafael mengaku kerap dimarahi ketika terlalu jauh mengejar layangan putus.

“Takut kalau sampai ke jalan. Kadang dimarahi,” katanya.

Tak jauh dari Rafael, Vido yang baru berusia 10 tahun juga sibuk memainkan layangannya. 

Bocah itu mengaku hampir setiap sore datang ke Kaligarang bersama teman-temannya.

“Belinya di pasar,” katanya singkat sambil menunjukkan layangan miliknya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved