Berita Semarang
Memburu Angin di Kaligarang, Tradisi Layang-layang yang Belum Putus
Langit di atas bantaran Kaligarang Kota Semarang perlahan berubah jingga ketika suara anak-anak mulai pecah dari tepian sungai, Jumat (29/5/2026).
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Langit di atas bantaran Kaligarang Kota Semarang perlahan berubah jingga ketika suara anak-anak mulai pecah dari tepian sungai, Jumat (29/5/2026) sore.
“Heeeh... tarik... tarik!”
“Putusss... putusss!”
Baca juga: Bocah 13 Tahun Tewas Kesetrum Tiang Lampu saat Kejar Layangan Putus
Teriakan itu bersahutan di antara suara angin dan gemericik air sungai yang mengalir pelan.
Beberapa bocah tampak berdiri di pinggir jalan kecil bantaran Kaligarang sambil menengadah ke langit.
Di tangan mereka, gulungan benang diputar cepat mengikuti arah angin yang berubah-ubah.
Satu demi satu layang-layang mulai naik.
Ada yang bergambar tokoh animasi, ada pula yang hanya berbentuk wajik sederhana dengan warna mencolok.
Meski terlihat sederhana, layang-layang itu menjadi sumber kegembiraan bagi anak-anak yang hampir setiap sore berkumpul di tepian sungai.
Sebagian duduk di bibir sungai sambil memperbaiki rangka bambu yang patah. Sebagian lain sibuk mengurai benang kusut agar bisa dimainkan kembali.
Ketika angin mulai kencang, suasana berubah riuh.
Anak-anak langsung berdiri berjajar sambil memainkan benang dengan penuh konsentrasi. Layangan mereka saling beradu di udara.
“Tarik... tarik maneh!” (Tarik tarik lagi)
Tawa pecah ketika satu layangan berhasil memutus benang lawannya.
Layang-layang yang putus lalu terbawa angin ke arah permukiman warga. Tanpa aba-aba, bocah-bocah itu langsung berlari bersama-sama mengejarnya.
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 29 Mei 2026: Cerah |
|
|---|
| Pemkot Semarang Jadwalkan Perbaikan Bertahap Jalan Rusak Akibat Tonase Berlebih Termasuk Kalipancur |
|
|---|
| Pemkot Semarang Himpun 14 Sapi dan 50 Kambing untuk Kurban Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Cegah Anjing Stres, Komunitas Anjing Semarang Rutin Ajak Peliharaan Jalan Sore di Kota Lama |
|
|---|
| Detik-detik Evakuasi Jenazah Nelayan Tenggelam di Semarang, Ditemukan di Dekat Drum Rakitan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260529_layang-layang-di-kawasan-bantaran-Kaligarang-Kota-Semarang_1.jpg)