Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Life Style

Kampung Batik Rejomulyo Semarang Kini Semakin Cantik

Kawasan ini juga tertata rapi dan semakin hidup dengan jalan maupun tembok yang penuh mural maupun relief buatan.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
TERTATA RAPI - Suasana gang di Kampung Batik Rejomulyo Semarang,  Selasa (2/6/2026). Destinasi wisata ini mengandalkan wisata edukasi dan budaya. PINTU MASUK - Salah satu gang di Kampung Batik Rejomulyo Semarang, Selasa (2/6/2026). Tempat wisata ini cukup dekat dengan Museum Kota Lama dan Kota Lama. PUSAT BATIK - Workshop Kampung Batik menjadi salah satu fasilitas baru di Kampung Batik Rejomulyo Semarang Selasa (2/6/2026). Tempat ini sebagai wadah bagi pembatik untuk memamerkan karya batik khas Semarangan sekaligus tempat belajar membatik bagi pengunjung. 

Kunci Bertahan Gaet Wisatawan

Ida mengaku, Kampung Batik bisa bertahan hampir 20 tahun terakhir karena dikelola oleh warga dengan baik.

Pengelolaan kampung batik dilakukan bersama para pengusaha batik dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Djadhoel.

Kolaborasi itu dipadukan dengan mengangkat konsep wisata edukasi dan kemauan membranding di media sosial mengenai Kampung Batik.

“Ya, akhirnya wisatawan datang ke sini dengan beranekaragam latar belakang dari anak-anak hingga dewasa, baik dari lokal, daerah lain hingga mancanegara,” terangnya.

Kedatangan wisatawan mancanegara ke kampung batik tidak lepas dari letak lokasi wisata itu yang dekat dengan Kota Lama Semarang dan Museum Kota Lama.

“Dua kali setiap tahun ada wisatawan kapal persiar mampir ke sini, belum lagi tamu-tamu luar negeri di Pemkot Semarang selalu dibawa ke sini,” ucapnya.

Perempuan yang juga sekaligus ketua RW 2 itu melanjutkan, Kampung Batik Rejomulyo bisa bertahan karena aktif melakukan kegiatan yang masuk ke kalender event.

Setiap tahunnya, ungkap dia, setidaknya ada 10 sampai 15 event yang dilakukan di kampung batik. Sejumlah event yang cukup meriah di antaranya hari batik pada bulan Mei dan peringatan hari jadi Kampung Batik pada Juni.

“Nah, rencana tahun ini kami mau menggelar wayang. Hal ini sedang kami persiapkan," ungkapnya.

Selain event rutin, Ida mengungkap, Kampung Batik  terus ditambah fasilitasnya oleh Pemerintah Kota Semarang. Terbaru, fasilitas yang baru dibangun adalah Workshop Kampung Batik.

“Pemerintah kota yang menata fasilitas, kami berusaha merawatnya dan menjaga kebersihan kampung," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Ida, kunjungan wisatawan ke Kampung Batik tidak terdata secara detail karena tidak ada tiket masuk alias gratis.

Pihaknya hanya menawarkan suasana kampung Batik dengan harapan wisatawan mau membeli batik atau belajar membatik. Setidaknya ada lima konter batik yang melayani paket wisata belajar membatik.

"Paket wisata belajar membatik di sini berapa pun wisatawan yang mau belajar kami layani, bisa dua orang atau tiga orang, untuk paket membatik mulai dari Rp50 ribu per orang," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved