Life Style
Kampung Batik Rejomulyo Semarang Kini Semakin Cantik
Kawasan ini juga tertata rapi dan semakin hidup dengan jalan maupun tembok yang penuh mural maupun relief buatan.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Selain belajar membatik, pengunjung juga bisa membeli sejumlah batik khas Semarangan. Menurut Ida, belasan gerai batik di Kampung Batik menjual batik Semarangan dengan motif Tugu Muda, Warak Ngendhog, pohon Asam Arang, Lawang Sewu, Bandeng dan ikon Kota Semarang lainnya.
“Kami juga tidak hanya menjual batik Semarangan, tetapi batik daerah lainnya seperti karya batik dari Solo, Pekalongan dan Yogyakarta demi menjawab keinginan para pembeli dan mengenalkan batik nusantara,” bebernya.
Ia berharap, Kampung Batik Rejomulyo Semarang bisa terus eksis lewat kolaborasi dengan semua pihak. "Kami juga berharap, Kampung Batik terus dibenahi, salah satunya dilengkapi outlet UMKM," bebernya.
Tren Pertumbuhan Wisata Kota Semarang Terus Bertumbuh
Terpisah, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Semarang, Hanry Sugihastomo mengungkap, pihaknya telah melakukan pengembangan wisata di Kota Semarang dengan menggandeng Pokdarwis.
Namun, pengembangan wisata tahun ini difokuskan ke lima tempat wisata hidden gem atau yang belum terlalu terkenal. Lima tempat wisata itu meliputi tersebar di kecamatan Gunungpati, Semarang Utara, Ngaliyan, Tembalang,
"Lima tempat wisata itu kami dampingi dalam program Sibarista atau Sinau bareng pariwisata Kota Semarang, program pengembangan tempat wisata yang memiliki hidden gem," tuturnya.
Hanry mengungkap, tren pertumbuhan kunjungan pariwisata Semarang terus tumbuh positif yang dibuktikan dengan jumlah kunjungan wisatawan tahun 2024 yang tercatat 7.345.373 orang. Tahun 2025 sebanyak 8.923.868 wisatawan ditambah wisatawan mancanegara 47.662 orang.
Sementara, hingga April 2026, sementara tercatat 2.588.681 wisatawan dan wisatawan mancanegara ada 13.454 orang.
"Jumlah kunjungan wisata Kota Semarang bisa kalahkan (Kota) Yogyakarta waktu momen liburan Lebaran 2026," klaimnya.
Ia mengaku, Kota Semarang bakal terus berkembang sektor pariwisatanya dengan mengandalkan wisata sejarah seperti Kota Lama Semarang yang didukung tempat wisata sekitarnya seperti Kampung Batik.
"Kami banyak mengandalkan bangunan-bangun bersejarah sebagai penggaet wisatawan dengan memadukan wisata hidden gem, health and wellness tourism (wisata kesehatan dan kebugaran), dan wisata alam," imbuhnya. (Iwn)
| Beauty Fest Semarang 2026, Banyak Rekomendasi Skincare Untuk Gen Z yang Banyak Aktivitas |
|
|---|
| Rekomendasi Wedding Organizer di Semarang, Pilihan Profesional untuk Pernikahan Impian |
|
|---|
| Tren Konsep Pernikahan 2026: Dari Gaun Internasional Modern hingga Dekorasi Estetik |
|
|---|
| Review Kamar Somerset Queen City Hotel Baru di Kota Semarang |
|
|---|
| Ini Rekomendasi Vendor Pernikahan, Gaun Pengantin, Dekorasi hingga Catering dari Ikapesta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TERTATA-RAPI-Suasana-gang-di-Kampung.jpg)