Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Halte BRT Semarang Diseruduk Pikap, Kini Tak Bisa Digunakan Sementara

Sebuah halte BRT Trans Semarang di Kecamatan Mijen mendadak menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan parah.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Dok/Instagram @blok_jateng
Tangkap layar kondisi halte BRT rusak. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sebuah halte BRT Trans Semarang di Kecamatan Mijen mendadak menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan parah.

Insiden itu membuat halte tidak dapat digunakan sementara hingga proses perbaikan selesai.

Informasi mengenai kejadian tersebut juga beredar di media sosial melalui unggahan akun Instagram @blok_jateng. Pantauan Tribun Jateng, video tersebut diunggah Sabtu (6/6/2026).

Dalam video yang diunggah, terlihat sejumlah bagian halte BRT di depan Jatisari Square, Mijen, mengalami kerusakan cukup parah. Tangga hingga rangka halte tampak rusak akibat benturan.

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto membenarkan adanya insiden tabrakan yang menyebabkan halte rusak.

"Perihal tersebut benar bahwa halte tersebut tertabrak. Dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Haris.

Saat dimintai penjelasan mengenai kronologi kejadian, Haris menyampaikan keterangan yang diperoleh dari pengemudi kendaraan.

Ia menuturkan, rusaknya halte tersebut akibat ditabrak mobil pikap yang baru saja selesai mengantarkan sapi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat pengemudi yang berasal dari Boyolali baru saja menyelesaikan pengiriman sapi ke wilayah Mijen dan hendak kembali pulang.

"Dari Keterangan Penabrak, Kejadian sekitar jam 06.30 pagi. Yang bersangkutan dari Boyolali mengirim Sapi ke daerah Mijen. Setelah mengirim sapi hendak perjalanan pulang, kondisi terakhir (kesadaran penuh) waktu berhenti di Traficlight Ps ACE. Setelahnya yang bersangkutan tidak merasa mengetahui kejadian pasti tiba-tiba menabrak halte," jelasnya.

Pihaknya menduga pengemudi mengalami microsleep sehingga kehilangan kesadaran sesaat sebelum kendaraan menghantam halte.

"Jadi indikasi sementara yg bisa kami simpulkan adalah Pengendara mengalami Microsleep," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, tidak hanya fasilitas halte yang mengalami kerusakan, tetapi juga mobil pikap yang dikendarai penabrak.

Terkait penyelesaian kasus, Haris menyebut persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pengemudi disebut bersedia bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang ditimbulkan.

"Penabrak bertanggungjawab penuh akan mengembalikan Halte seperti semula. Dibuktikan dengan Surat Pernyataan bermaterai," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved