Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SPMB 2026

Wali Murid Panik Datangi Posko SPMB Disdik Kota Semarang, Yuni: Ada Gangguan Server

Gangguan server di hari awal pendaftaran SPMB 2026 di Kota Semarang memicu kepanikan beberapa orangtua atau wali murid.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
SPMB 2026 - Beberapa guru, orangtua, dan wali murid mengantre di posko SPMB Disdik Kota Semarang, Senin (8/6/2026). Di hari pertama disebutkan mereka tidak bisa pendaftar secara mandiri karena ada gangguan server. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gangguan server di hari awal pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang memicu kepanikan beberapa orangtua atau wali murid.

Mereka lantas mendatangi Kantor Disdik Kota Semarang untuk memastikan proses pendaftaran anak mereka tetap bisa berjalan.

Kendala teknis tersebut juga membuat para guru dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini ikut turun tangan mendampingi wali murid.

Salah satunya Yuni, Kepala KB IT Nurul Ilmi, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang.

Baca juga: Hari Pertama SPMB TK dan SD di Semarang, Sudah Ada 6.300 Pendaftar

5 OPD Pemprov Jateng Disemprit BPK RI: Belum Patuhi Aturan Laporan Keuangan

Yuni mengatakan, sementara sistem daring belum dapat digunakan karena server mengalami gangguan. Proses pendaftaran tetap diupayakan melalui bantuan petugas Disdik.

"Orangtua, wali murid membawa fotokopi KK, Akte Kelahiran, kemudian ijazah. Insya Allah sudah teratasi."

"Belum bisa online karena servernya masih error. Mungkin kalau sudah bisa, insya Allah pendaftaran online juga bisa."

"Ini sudah ditangani oleh Disdik," ujarnya di sela mengantre di Posko SPMB Disdik Jalan Dr Wahidin Nomor 118 Kota Semarang, Senin (8/6/2026).

Menurut Yuni, gangguan terjadi karena masalah pada basis data sistem sehingga pengguna tidak bisa masuk ke pendaftaran online.

"Tidak bisa masuk. Database yang bermasalah. Itu harus dibenahi terlebih dahulu," katanya.

Dia juga tak menampik jika para wali murid khawatir karena masa pendaftaran yang terbatas.

Kondisi itu membuat para guru ikut mendampingi orangtua yang datang ke kantor dinas.

"Kalau sudah dibenahi mungkin bisa online lagi, tapi namanya wali murid kan ngejar gurunya," ungkapnya.

Di tengah gangguan sistem, antrean pendaftar terus bertambah. Saat berada di lokasi, Yuni menyebut nomor antrean telah mencapai puluhan.

"Tadi sudah banyak, sudah nomor antrean ke-45," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved