SPMB 2026
Wali Murid Panik Datangi Posko SPMB Disdik Kota Semarang, Yuni: Ada Gangguan Server
Gangguan server di hari awal pendaftaran SPMB 2026 di Kota Semarang memicu kepanikan beberapa orangtua atau wali murid.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
Dari KB IT Nurul Ilmi, diperkirakan terdapat sekira 17 anak yang akan melanjutkan ke sekolah negeri melalui jalur SPMB tahun ini.
Yuni menjelaskan, seluruh guru di lembaganya turut membantu proses pendampingan agar orangtua tidak kebingungan menghadapi kendala teknis yang muncul.
"Ini kami membantu mengurus, (bersama) wali murid," ujarnya.
Dia menilai respons Disdik juga cukup cepat dengan mengarahkan wali murid membawa dokumen persyaratan dan membantu proses input data secara langsung.
"Jadi dikumpulkan semuanya dari pendidik sama wali murid suruh datang membawa fotokopi KK dan ijazah."
Insya Allah sudah tertangani. Tadi yang keluar katanya langsung di online-kan melalui dinas," tuturnya.
Di sisi itu, Yuni menyebut tidak ada kendala lain yang dialami calon peserta didik. Hambatan utama hanya terletak pada sistem pendaftaran yang belum dapat diakses secara normal.
"Enggak ada," ucapnya yang tengah mengantre bersama sejumlah kepala sekolah lain.
• Komisi C DPRD Kota Semarang Soroti Tata Kelola Sampah dan Infrastruktur Hijau
Ketidaksesuaian Data
Menurut Sekretaris Disdik Kota Semarang Ali Sofyan, salah satu persoalan yang paling banyak ditemui adalah ketidaksesuaian data kependudukan sehingga data calon peserta didik tidak dapat terbaca oleh sistem.
"Kalau belum bisa masuk itu biasanya terjadi karena adanya perbedaan data. Mungkin NIK yang bermasalah."
"Kalau KK, satu huruf saja atau satu angka saja tidak sama, itu sampai kapan tidak akan bisa masuk," kata Ali.
Untuk membantu penyelesaian masalah tersebut, kata dia, Disdik membuka posko terpadu yang melibatkan Dispendukcapil, Dinsos, serta sejumlah layanan pendukung lainnya.
"Makanya rata-rata mereka langsung ke sini dan teman-teman di sini sudah siap untuk mengkomunikasikan dengan Dispendukcapil untuk disinkronkan," ujarnya.
Menurut Ali, masyarakat yang telah memiliki KK Kota Semarang pada umumnya dapat melakukan pendaftaran secara daring tanpa harus datang ke sekolah maupun kantor dinas.
"Kalau anak-anak yang memang sudah memiliki KK, orangtuanya KK Kota Semarang itu mereka bisa langsung online seperti ini."
"Jadi tidak perlu datang ke dinas ataupun ke satuan pendidikan," katanya.
Untuk diketahui, dalam SPMB 2026 ini, terdapat ribuan kuota siswa di sekolah negeri maupun swasta.
Kuota di sekolah negeri, untuk TK sebanyak 489 siswa, SD 14.520 siswa, dan SMP 11.582 siswa.
Sedangkan sekolah swasta, kuota TK sebanyak 1.200 siswa, SD 1.880 siswa, dan SMP 3.850 siswa. (*)
| Hari Pertama SPMB TK dan SD di Semarang, Sudah Ada 6.300 Pendaftar |
|
|---|
| SPMB Batang SMAN 1 Batang Batasi Antrean Hanya 100 Orang per Hari, Antisipasi Tumpukan |
|
|---|
| Ada Orang Tua Minta Titik Koordinat Digeser, Disdikbudpora Kab Semarang Tegaskan Acuan Tetap KK |
|
|---|
| SPBM SD dan SMP 2026 di Semarang Dibuka Mulai Selasa 2 Juni, Begini Cara Daftarnya |
|
|---|
| SIMAK, Ini Jadwal Resmi SPMB SMA dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260608-_-Antrean-di-Posko-SPMB-Disdik-Kota-Semarang.jpg)