Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SPMB 2026

Wali Murid Panik Datangi Posko SPMB Disdik Kota Semarang, Yuni: Ada Gangguan Server

Gangguan server di hari awal pendaftaran SPMB 2026 di Kota Semarang memicu kepanikan beberapa orangtua atau wali murid.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
SPMB 2026 - Beberapa guru, orangtua, dan wali murid mengantre di posko SPMB Disdik Kota Semarang, Senin (8/6/2026). Di hari pertama disebutkan mereka tidak bisa pendaftar secara mandiri karena ada gangguan server. 

Dari KB IT Nurul Ilmi, diperkirakan terdapat sekira 17 anak yang akan melanjutkan ke sekolah negeri melalui jalur SPMB tahun ini.

Yuni menjelaskan, seluruh guru di lembaganya turut membantu proses pendampingan agar orangtua tidak kebingungan menghadapi kendala teknis yang muncul.

"Ini kami membantu mengurus, (bersama) wali murid," ujarnya.

SPMB 2026 - Suasana posko SPMB 2026 di Kantor Disdik Jalan dr Wahidin Nomor 118, Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin (8/6/2026). SPMB jenjang TK dan SD di Kota Semarang resmi dibuka mulai Senin (8/6/2026) pukul 00.01.
SPMB 2026 - Suasana posko SPMB 2026 di Kantor Disdik Jalan dr Wahidin Nomor 118, Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin (8/6/2026). SPMB jenjang TK dan SD di Kota Semarang resmi dibuka mulai Senin (8/6/2026) pukul 00.01. (TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah)

Dia menilai respons Disdik juga cukup cepat dengan mengarahkan wali murid membawa dokumen persyaratan dan membantu proses input data secara langsung.

"Jadi dikumpulkan semuanya dari pendidik sama wali murid suruh datang membawa fotokopi KK dan ijazah."

Insya Allah sudah tertangani. Tadi yang keluar katanya langsung di online-kan melalui dinas," tuturnya.

Di sisi itu, Yuni menyebut tidak ada kendala lain yang dialami calon peserta didik. Hambatan utama hanya terletak pada sistem pendaftaran yang belum dapat diakses secara normal.

"Enggak ada," ucapnya yang tengah mengantre bersama sejumlah kepala sekolah lain.

Komisi C DPRD Kota Semarang Soroti Tata Kelola Sampah dan Infrastruktur Hijau

Ketidaksesuaian Data

Menurut Sekretaris Disdik Kota Semarang Ali Sofyan, salah satu persoalan yang paling banyak ditemui adalah ketidaksesuaian data kependudukan sehingga data calon peserta didik tidak dapat terbaca oleh sistem.

"Kalau belum bisa masuk itu biasanya terjadi karena adanya perbedaan data. Mungkin NIK yang bermasalah."

"Kalau KK, satu huruf saja atau satu angka saja tidak sama, itu sampai kapan tidak akan bisa masuk," kata Ali.

Untuk membantu penyelesaian masalah tersebut, kata dia, Disdik membuka posko terpadu yang melibatkan Dispendukcapil, Dinsos, serta sejumlah layanan pendukung lainnya.

"Makanya rata-rata mereka langsung ke sini dan teman-teman di sini sudah siap untuk mengkomunikasikan dengan Dispendukcapil untuk disinkronkan," ujarnya.

Menurut Ali, masyarakat yang telah memiliki KK Kota Semarang pada umumnya dapat melakukan pendaftaran secara daring tanpa harus datang ke sekolah maupun kantor dinas.

"Kalau anak-anak yang memang sudah memiliki KK, orangtuanya KK Kota Semarang itu mereka bisa langsung online seperti ini."

"Jadi tidak perlu datang ke dinas ataupun ke satuan pendidikan," katanya.

Untuk diketahui, dalam SPMB 2026 ini, terdapat ribuan kuota siswa di sekolah negeri maupun swasta.

Kuota di sekolah negeri, untuk TK sebanyak 489 siswa, SD 14.520 siswa, dan SMP 11.582 siswa.

Sedangkan sekolah swasta, kuota TK sebanyak 1.200 siswa, SD 1.880 siswa, dan SMP 3.850 siswa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved