SPMB 2026
DPRD Minta Solusi untuk Sekolah yang Kelebihan dan Kekurangan Pendaftar
DPRD Kota Semarang meminta Dinas Pendidikan menyiapkan solusi bagi sekolah yang mengalami kelebihan maupun kekurangan siswa.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
"Kalau dirasa bisa memungkinkan menampung satu kelas, naik otomatis kalau bisa ditambah kelasnya. Ini solusinya," ujar Mualim.
Menurutnya, pemerintah perlu memetakan wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi sehingga kebutuhan layanan pendidikan dapat diantisipasi sejak dini.
"Kalau memang perlu apakah nambah sekolah? Contohnya ini SD ada 325. Siswanya banyak karena perumahan banyak. Kalau perlu tambah, tambah," katanya.
Di sisi lain, Mualim juga meminta Disdik mengevaluasi sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa.
Namun dia menegaskan keputusan seperti regrouping atau penggabungan sekolah harus dilakukan melalui kajian mendalam.
Baca juga: BREAKING NEWS, Modin Cabul Asal Curugsewu Kendal Divonis 12 Tahun Penjara
• Kondisi Terkini 8 Santri Korban Pencabulan Pria Ngaku Habib di Susukan Semarang, Ini Kata Polisi
"Kalau perlu dievaluasi. Semua ada dasarnya. Apakah nanti digabung ataukah ditutup?"
"Karena bahasanya begini, kalau mau membangkitkan itu kadang persyaratannya lebih rumit. Menutup sekolah itu tidak semudah langsung ditutup," ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi kekurangan siswa pada satu tahun belum tentu terjadi pada tahun berikutnya sehingga perlu pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan.
"Karena di tahun ini sekolah mungkin kurang siswa, belum tentu tahun besok kurang. Nah, karena mungkin ada pasangan-pasangan yang punya anak-anak kecil di sana," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Semarang, Ali Sofyan mengimbau orangtua untuk memantau perkembangan pendaftaran pada hari terakhir SPMB dan memanfaatkan kesempatan mengubah pilihan sekolah apabila peluang diterima semakin kecil.
"Kalau seandainya di pilihannya sudah tidak memungkinkan untuk diterima, silakan dipindahkan ke sekolah lain yang masih mungkin menerima dan batasannya hanya sampai pukul 23.59," ujarnya.
Menurut Ali, perpindahan pilihan sekolah masih dapat dilakukan berkali-kali selama masa pendaftaran belum berakhir.
"Berapa kali dipindah tidak ada batasannya. Oleh karena itu, mohon kalau yang sekiranya tidak diterima bisa memindahkan ke sekolah lain agar nanti pas pengumuman bisa memilih sekolah yang bisa diterima," katanya.
Terkait sekolah yang masih kekurangan siswa, Disdik belum akan mengambil keputusan regrouping dan masih melakukan kajian berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah.
“Kami akan kaji untuk itu karena kami memperhatikan juga kedekatan."
"Misalnya kalau dalam satu kelurahan hanya satu terus itu minatnya sedikit, kami akan kaji apabila harus regrouping," ujarnya. (*)
| Kabar Terkini SPMB 2026, Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Gratis di Sekolah Swasta |
|
|---|
| Wali Murid Panik Datangi Posko SPMB Disdik Kota Semarang, Yuni: Ada Gangguan Server |
|
|---|
| Hari Pertama SPMB TK dan SD di Semarang, Sudah Ada 6.300 Pendaftar |
|
|---|
| SPMB Batang SMAN 1 Batang Batasi Antrean Hanya 100 Orang per Hari, Antisipasi Tumpukan |
|
|---|
| Ada Orang Tua Minta Titik Koordinat Digeser, Disdikbudpora Kab Semarang Tegaskan Acuan Tetap KK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260612-_-Komisi-D-DPRD-Kota-Semarang-Sidak-SD-Negeri-Kalibanteng-Kidul-01.jpg)