Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Hasil Panen Petani Boyolali dan Klaten Meningkat Lewat Program Sustainable Rice Platform

Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Rikolto Indonesia berkolaborasi untuk mengembangka

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Ardianti Woro Seto
KEMBANGKAN SRP - Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Rikolto Indonesia berkolaborasi untuk mengembangkan Program Sustainable Rice Platform (SRP) di Soloraya. Para petani mendapat edukasi secara langsung dan merasakan peningkatan panen melalui program SRP. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Hari Ketahanan Pangan Seduia diperingati pada tanggal 16 Oktober 2025.

Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Rikolto Indonesia berkolaborasi untuk mengembangkan Program Sustainable Rice Platform (SRP) di Soloraya.

Selama ini Rikolto sukses sebagai lembaga non-government organization (NGO) internasional yang telah berhasil membina ribuan petani di empat kota dan kabupaten di Jawa Tengah melalui Program Sustainable Rice Platform (SRP).

Nana Suhartana selaku Manajer Program Beras di Indonesia, Ratih Rahmawati selaku Koordinator Program Beras di Indonesia, dan Citra Savitri selaku Koordinator Komunikasi di Indonesia menjelaskan terkait perkembangan program Sustainable Rice Platform (SRP).

Nana Suhartana selaku Manajer Program Beras di Indonesia menjelaskan secara mendalam bagaimana Rikolto bersama mitra strategisnya, termasuk APPOLI sebuah organisasi petani padi dan palawija organik di Boyolali dan sekitarnya berbasis keanggotaan yang menjual beras dan palawija organik, berhasil mendorong transformasi sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan bagi petani kecil membangun Petani Mandiri Lewat Sustainable Rice Platform (SRP).

Sejak bermitra dengan aliansi petani APPOLI pada tahun 2018, Rikolto telah memperkenalkan metode Sustainable Rice Platform (SRP) pendekatan pertanian padi berkelanjutan yang menitikberatkan pada efisiensi penggunaan sumber daya, peningkatan hasil panen, dan perlindungan lingkungan.

Melalui metode ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen yang lebih baik, tetapi juga mampu menjual gabah mereka dengan harga di atas rata-rata pasar.

“Kami tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tapi juga tentang bagaimana petani memiliki posisi tawar yang lebih baik, pendapatan yang meningkat, dan lingkungan yang tetap lestari,” ujar Nana Suhartana.

Kata Nana, Rikolto hadir untuk memastikan setiap petani kecil mendapatkan akses pada pengetahuan, pasar, dan kebijakan yang berpihak pada mereka.

Terlebih saat aliansi petani APPOLI terbentuk, Rikolto berhasil mendampingi koperasi petani di Boyolali dan Klaten, yang kini menjadi percontohan praktik pertanian berkelanjutan di Jawa Tengah.

“Pendekatan ini melibatkan pelatihan teknik budidaya ramah lingkungan, manajemen pascapanen, serta strategi pemasaran produk unggulan yang mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional,” terangnya.

Tidak hanya fokus pada hasil pertanian, Rikolto juga menekankan pentingnya inklusi sosial dalam sistem pangan.

Melalui pendampingan di APPOLI, organisasi ini mendorong partisipasi aktif perempuan dan generasi muda dalam kegiatan koperasi, mulai dari manajemen usaha, pemasaran, hingga inovasi produk.

“Keterlibatan perempuan dan anak muda sangat penting untuk memastikan keberlanjutan koperasi petani.

Mereka membawa semangat baru, ide-ide segar, dan memastikan pertanian tetap relevan di masa depan,” terang Ratih Rahmawati.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved