Tribunjateng Hari ini
Mahasiswi UNS Solo Dipaksa Buka Baju saat Main Game Truth or Dare
Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diduga menjadi korban pelecehan seksual.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diduga menjadi korban pelecehan seksual.
Insiden tersebut berawal ketika korban berada di kos salah satu temannya untuk mengerjakan tugas bersama dua mahasiswa lainnya.
Situasi yang awalnya tenang berubah kacau setelah sekelompok mahasiswa lain datang dan membuat suasana tak lagi kondusif.
Menurut unggahan akun Instagram @kentingansantuy, keramaian muncul setelah “anak-anak dari acara voli Teknik Kimia” datang ke kos tersebut.
"Pada malam hari yang sama, anak-anak dari acara voli Teknik Kimia yang baru selesai bertanding malam itu datang ke kos tersebut yang merupakan tempat yang sama dimana korban dan teman- temannya sedang kumpul," tulis akun tersebut.
Oleh karena tak lagi nyaman mengerjakan tugas, mereka akhirnya sepakat bermain game agar suasana tidak membosankan.
Tidak ada alkohol atau obat terlarang.
Permainan yang dipilih adalah Truth or Dare (ToD). Namun, menurut keterangan unggahan itu, arah permainan justru berubah menjadi tantangan bernuansa seksual.
"Namun tanpa alasan yang jelas, dan tanpa diketahui korban sebelumnya, arah mainan ToD malah berubah menjadi 'dare' yang bernuansa seksual dan mesum," lanjut keterangan tersebut.
Korban yang merupakan satu-satunya perempuan mulai menjadi sasaran.
Ia disebut kerap “dijatuhkan” agar selalu kalah dan setiap kekalahan membuat tantangan yang diberikan semakin tidak pantas.
Sampai akhirnya korban dipaksa membuka pakaian.
"Karena game undercover ini dimainkan secara tim, korban yg merupakan perempuan sendiri diantara para pelaku, sering dijatuhkan dan dibuat selalu kalah. Setiap kali kalah, 'dare' yang diberikan selalu semakin tidak pantas dan semakin mengarah ke pelecehan,” tulis unggahan itu.
“Sampai akhirnya korban dipaksa untuk membuka baju oleh para pelaku yang secara sadar tanpa pengaruh alkohol maupun obat-obatan terlarang," sambungnya.
Saat korban menolak, situasi memburuk.
| Telusur Wisata Sejarah Pekalongan, Pinot Ajak Menyelami Tinggalan Masa Lalu |
|
|---|
| Dua Hari Pascakcelakaan, Perjalanan Kereta Semarang-Jakarta Kembali Normal |
|
|---|
| Farida Jadi Korban Tabrakan KRL dan Argo Anggrek Sepulang dari Boyolali |
|
|---|
| Penahanan Fadia Arafiq Diperpanjang 30 Hari hingga 1 Juni |
|
|---|
| Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jatingaleh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jateng-Hari-Ini-Jumat-5-November-2025.jpg)