Tribunjateng Hari ini
Mahasiswi UNS Solo Dipaksa Buka Baju saat Main Game Truth or Dare
Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diduga menjadi korban pelecehan seksual.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Ia berteriak dan berusaha melawan ketika beberapa temannya memegang tangan, kaki, dan menutup mulutnya.
"Tangan dan kaki korban dipegang erat, mulut korban ditutup, dan mereka memaksa korban mengikuti ‘dare’ tersebut sambil terus berusaha membuka,” tulis unggahan itu.
Yang lebih menyakitkan, mereka bahkan melontarkan beberapa kata verbal yang menyinggung dengan dalih “bercanda” dan "sportivitas" permainan untuk mengikuti hukuman.
“Dengan seluruh tenaga yang dipunyai, korban berusaha melawan dengan teriak meskipun mulutnya ditutup, dengan berusaha menjambak, menggigit, mencakar, dan berontak untuk melepaskan diri dari para pelaku," tulis keterangan itu.
Sudah dilaporkan
UNS langsung merespons laporan tersebut.
Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNS, Ismi Dwi Astuti, membenarkan bahwa kasus ini telah masuk dalam proses penyelidikan.
"Kasusnya sudah dilaporkan ke Satgas, pada 1 Desember, dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan," ujar Ismi.
Dia tidak merinci jumlah terlapor dan saksi.
"Kami tidak menetapkan jumlahnya. Mengacu pada regulasi, yang akan dimintai keterangan adalah pelapor, terduga korban, para saksi dan terlapor," jelasnya.
"Pelapor tidak selalu korban. Kami belum bisa menyampaikannya disini," imbuhnya. (Tribunsolo.com)
| Telusur Wisata Sejarah Pekalongan, Pinot Ajak Menyelami Tinggalan Masa Lalu |
|
|---|
| Dua Hari Pascakcelakaan, Perjalanan Kereta Semarang-Jakarta Kembali Normal |
|
|---|
| Farida Jadi Korban Tabrakan KRL dan Argo Anggrek Sepulang dari Boyolali |
|
|---|
| Penahanan Fadia Arafiq Diperpanjang 30 Hari hingga 1 Juni |
|
|---|
| Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jatingaleh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jateng-Hari-Ini-Jumat-5-November-2025.jpg)