Berita Viral
Update Viral Mahasiswi UNS Dipaksa Buka Pakaian saat Main Game, Inikah Sosok Terduga Pelaku?
Proses penanganan UNS sudah memasuki tahap penelaahan materi selama tujuh hari sejak laporan diterima pada Senin (1/12/2025).
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pasca viral kasus dugaan pelecehan terhadap mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dunia maya kembali dikejutkan dengan video permintaan maaf empat pria.
Permintaan maaf itu pun telah diunggah di Instagram.
Namun hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah empat mahasiswa tersebut merupakan orang yang telah melecehkan mahasiswi itu atau tidak.
Pihak UNS juga belum memberikan jawaban pasti berkait video yang sudah tersebar di media sosial itu.
UNS melalui Tim Satgas PPK menyebut masih fokus memeriksa pihak-pihak yang sejak awal melapor dan dilaporkan.
Baca juga: Viral, Mahasiswi UNS Korban Pelecehan, Dipaksa Buka Pakaian Gegara Kalah Main Game
• Kronologi Tabrak Lari di Bandungan Semarang, Pengendara Motor Tewas Terseret Mobil
Empat orang ini tiba-tiba membuat video klarifikasi permintaan maaf di akun Instagram @kentingansantuy.
Namun, pihak UNS belum memastikan apakah mereka akan ikut diperiksa dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.
Keempat nama itu ramai dibicarakan publik. Namun Satgas PPK UNS menegaskan hanya memeriksa pihak yang tercantum dalam laporan resmi.
"Nama-nama yang disampaikan dalam laporan ke Satgas akan diperiksa dan dikonfirmasi kebenarannya," kata Ketua Satgas PPK UNS, Ismi Dwi Astuti seperti dilansir dari TribunSolo.com, Jumat (5/12/2025).
Ismi mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan rangkaian klarifikasi terhadap para pihak terkait.
Proses penanganan sudah memasuki tahap penelaahan materi selama tujuh hari sejak laporan diterima pada Senin (1/12/2025).
"Sesuai mekanisme yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan Peraturan Rektor UNS Nomor 7 Tahun 2025, tata urut pemeriksaan mulai pelapor, kemudian korban, saksi, baru terlapor," ujar Ismi.
Ismi menambahkan, pemeriksaan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat sudah berjalan.
"Sedang dalam proses," lanjutnya.
• Siswi SD di Sayung Demak Hamil 7 Bulan, Pelaku Ayah Kandungnya, Guru Ungkap Fakta Ini
Belum Dampingi Korban
Meski laporan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi UNS sudah masuk dan diproses, pihak kampus belum memberikan layanan pendampingan psikolog kepada korban.
Alasannya, korban belum menyampaikan permintaan secara langsung, sehingga Satgas PPK UNS belum dapat merujuknya ke layanan konseling.
Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) UNS, Ismi Dwi Astuti menjelaskan, penanganan psikologis baru dapat diberikan jika korban menyatakan membutuhkan.
"Di mekanisme kami, korban bisa dirujuk ke Direktorat Konseling Mahasiswa jika yang bersangkutan menyatakan membutuhkan layanan konseling psikolog," katanya.
Sementara itu proses penanganan kasus terus berjalan.
Satgas saat ini melakukan klarifikasi dan memeriksa pihak terkait laporan dugaan pelecehan tersebut.
• 29 Desa di Jepara Terancam Kehilangan Uang Rp9 Miliar, Petinggi Sekuro: Posisi Kami Terjepit
Viral di Medsos
Kasus dugaan pelecehan seksual kembali dialami oleh seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Kali ini, korban dan pelakunya saling kenal, bahkan dapat dikatakan satu angkatan.
Kasus dugaan pelecehan itu pun terungkap seusai muncul unggahan di media sosial berkait kronologi peristiwa yang menimpa seorang mahasiswi itu.
Awalnya disebutkan, mereka sedang mengerjakan tugas kampus. Namun kemudian beralih main game dengan dalih untuk melepas penat.
Dalam permainan game yang mereka lakukan itulah, muncul percobaan pelecehan.
Korban bahkan dipaksa buka pakaian sebagai hukuman karena kalah main game.
Kabar dugaan pelecehan seksual kepada seorang mahasiswi UNS oleh rekan-rekannya tersebut juga sempat diunggah di media sosial Instagram @kentingansantuy pada Selasa (2/12/2025).
Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyertakan kronologi kejadian dugaan pelecehan tersebut.
Melalui keterangan tersebut, kejadian bermula saat korban berada di kos salah satu teman kuliahnya untuk mengerjakan tugas bersama dua orang lainnya.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Teknik Kimia UNS Berkunjung ke Semen Gresik Pabrik Rembang
• Minim Kontribusi, 3 Pemain Asing PSIS Semarang Bakal Dilepas?
"Pada malam hari yang sama, anak-anak dari acara voli Teknik Kimia yang baru selesai bertanding malam itu datang ke kos tersebut yang merupakan tempat yang sama dimana korban dan teman- temannya sedang kumpul," tulis akun tersebut seperti dikutip dari TribunSolo.com, Rabu (3/12/2025).
"Dikarenakan sudah terlalu ramai dan sudah tidak nyaman untuk mengerjakan skripsi, mereka memutuskan bermain game agar suasana tidak terlalu membosankan."
"Hal ini juga dilakukan tanpa alkohol maupun obat-obatan terlarang."
"Game yang dipilih adalah Truth or Dare (ToD), yang itu adalah permainan biasa."
"Namun tanpa alasan yang jelas dan tanpa diketahui korban sebelumnya, arah permainan ToD malah berubah menjadi "dare" yang bernuansa seksual dan mesum," lanjut dalam tulisan keterangan unggahan.
Kejadian pelecehan pun terjadi saat korban yang merupakan satu-satunya perempuan bermain game tantangan dimana yang kalah harus membuka pakaian.
"Karena game undercover ini dimainkan secara tim, korban yang merupakan perempuan sendiri di antara para pelaku, sering dijatuhkan dan dibuat selalu kalah."
"Setiap kali kalah, "dare" yang diberikan selalu semakin tidak pantas dan semakin mengarah ke pelecehan."
"Sampai akhirnya korban dipaksa untuk membuka baju oleh para pelaku yang secara sadar tanpa pengaruh alkohol maupun obat-obat terlarang," tulis keterangan lanjutan.
Lantaran menolak hal itu, korban sampai sempat berteriak hingga merontak saat tangan, kaki, dan mulutnya dipegang oleh teman-temannya.
"Tangan dan kaki korban dipegang erat, mulut korban ditutup, dan mereka memaksa korban mengikuti "dare" tersebut sambil terus berusaha membuka."
"Yang lebih menyakitkan, mereka bahkan melontarkan beberapa kata verbal yang menyinggung dengan dalih "bercanda" dan "sportivitas" permainan untuk mengikuti hukuman."
"Dengan seluruh tenaga yang dipunyai, korban berusaha melawan dengan teriak meskipun mulutnya ditutup, dengan berusaha menjambak, menggigit, mencakar, dan berontak untuk melepaskan diri dari para pelaku," jelas keterangan unggahan. (*)
Sumber TribunSolo.com
| 1. Berita Ini Telah Ditarik |
|
|---|
| Viral Video Gerombolan Pemotor Serang SMK TKM Teknik Kebumen |
|
|---|
| Viral Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Investigasi |
|
|---|
| Viral Kelakuan Bejat Guru SMP di Wonogiri, Lecehkan Siswi saat Pemberangkatan Study Tour |
|
|---|
| Viral Curhat TKW di Arab Saudi Dipaksa Melayani 450 Pria dalam Sebulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/VIRAL-UNS-Ilustrasi-Universitas-Sebelas-Maret-UNS.jpg)