Tribunjateng Hari ini
Warga Antusias Ikuti Grebeg Sudiro di Tengah Guyuran Hujan
Ribuan kue keranjang habis diperebutkan warga dalam karnaval budaya Grebeg Sudiro di depan Pasar Gede, Solo, Minggu (15/2/2026).
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Karnaval budaya Grebeg Sudiro di Solo berlangsung meriah.
Warga tetap antusias menyaksikan karnaval di tengah hujan deras.
Ribuan kue keranjang habis diperebutkan warga dalam karnaval budaya Grebeg Sudiro di depan Pasar Gede, Solo, Minggu (15/2/2026).
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk berebut kue keranjang khas Imlek.
Sebelum pembagian kue keranjang, rangkaian acara diawali dengan arak-arakan peserta karnaval, termasuk kirab jodang berisi kue keranjang.
Peserta karnaval berasal dari berbagai daerah di Solo Raya dan Salatiga, bahkan ada delegasi dari luar negeri.
Baca juga: Masjid Agung Demak Rilis Jadwal Lengkap Kegiatan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H
• "Mau Hidup atau Mati!" Ancam Perampok di Kebasen Banyumas, Lansia dan Anaknya Disekap
Karnaval dimulai dari depan Pasar Gede, melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan RE Martadinata, Jalan Cut Nya Dien, Jalan Juanda, Jalan Urip Sumoharjo, dan kembali ke Pasar Gede.
Meski hujan deras menguyur, warga tetap bertahan hingga pembagian kue keranjang dimulai.
Salah satu warga, Tri mengaku, setiap tahun datang ke Solo untuk menyaksikan Grebeg Sudiro dan mengikuti pembagian kue keranjang.
"Setiap tahun selalu ke Solo untuk melihat karnaval budaya Grebeg Sudiro," kata dia.
Saat pembagian dimulai, warga asal Sragen itu langsung mengambil posisi di dekat panggung.
Kue keranjang dibagikan panitia dari atas panggung kepada warga yang telah menunggu.
Ia berhasil mendapatkan sembilan kue keranjang.
"Saya dapat sembilan kue keranjang. Mau saya bawa pulang untuk keluarga," ungkapnya dalam kondisi basah kuyup.
Simbol akulturasi
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
| Ngadiono Warga Pati Korban Kecelakaan ALS Akan Dibawa dengan Helikopter |
|
|---|
| Taj Yasin: Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Sudah Terpantau sejak 2024 |
|
|---|
| Pelarian Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati Berakhir di Wonogiri |
|
|---|
| Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Senin-15-Februari-2026.jpg)