Berita Kudus
40 Guru Kudus dan Demak Dilatih Coding
40 guru dari 20 sekolah Kudus Raya mengikuti pelatihan coding bertajuk Computational Thinking dan Unplugged Coding "Tangible" di Kabupaten Kudus.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - 40 guru dari 20 sekolah Kudus Raya mengikuti pelatihan coding bertajuk Computational Thinking dan Unplugged Coding "Tangible" di Kabupaten Kudus.
Mereka mewakili tenaga pendidik dari tujuh SD dan delapan SMP, serta SMA/SMK sederajat dalam rangka menimba ilmu untuk kemajuan pendidikan ke depan.
Pelatihan coding digelar selama tiga hari, Minggu (5/10/2025) hingga Selasa (7/10/2025) hasil kerja sama Yayasan Dharma Bakti Lestari dengan Yayasan Sukma dan Leva Foundation.
Didukung dengan Disdikpora Kabupaten Kudus serta Disdikbud Kabupaten Demak.
Baca juga: 19 Pegawai Honorer di Kudus Batal Pengangkatan PPPK Paruh Waktu
Baca juga: 19 Dapur Gizi di Kudus Ternyata Belum Punya Sertifikat Higienis, Bupati Samani Desak Lengkapi Segera
Wakil Ketua MPR RI, Dr Lestari Moerdijat menyampaikan, tujuan utama dari pelatihan ini membantu program pemerintah dalam memberikan pelatihan kepada para guru Nusantara.
Dalam hal ini, bagaimana coding diajarkan dan diintegrasikan dalam berbagai bidang studi, sehingga bisa menjadi mata pelajaran pilihan bagi anak didik di setiap satuan pendidikan dasar dan menengah.
Menurut dia, program pelatihan guru ini menyasar daerah-daerah kecil dan daerah yang jauh dari pusat kota atau pemerintahan.
Dengan penilaian bahwa daerah yang jauh dari pusat pemerintahan atau kota, lebih sulit mendapatkan akses peningkatan kemampuan, termasuk pelatihan guru.
"Pemerintah sudah banyak melakukan langkah dan komitmen dalam memberikan pelatihan coding."
"Ini bagian dari upaya transformasi, khususnya meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pola asuh dan pengajaran," terangnya.
Lestari percaya bahwa peningkatan kemampuan guru berperan dalam membentuk generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan harapan, mudah-mudahan bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan di Kudus dan sekitarnya.
Satu di antara peserta pelatihan adalah Rania Febri guru SMP NU Al Ma'ruf Kudus, mengungkapkan bahwa pelatihan coding dalam praktiknya tidak serumit yang dibayangkan.
Bahkan prinsip coding ternyata bisa diterapkan dan dipraktikkan pada semua mata pelajaran.
Dia menyebut, skema kegiatan berbasis aktivitas selama pelatihan berlangsung, menjadi warna pelatihan dengan konsep kolaborasi dan berbagi.
Dari segi materi, para guru diajak kritis dengan kemasan kegiatan yang lebih interaktif untuk bisa memahami coding dalam dunia pendidikan.
"Kami juga diajarkan dalam merancang skema pendidikan coding dengan penerapan pada semua mapel."
"Selanjutnya akan kami terapkan di sekolah kami," tuturnya.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyampaikan, peran guru sangat besar dalam memastikan dan mencetak anak didik Generasi Emas 2045.
Kata dia, inovasi dan kreasi perlu dilakukan dalam memajukan pendidikan di Indonesia, khusus di Kabupaten Kudus.
Salah satunya pelatihan para guru untuk pendidikan lebih maju.
"Nantinya diharapkan ada pelatihan-pelatihan lagi yang diberikan kepada guru."
"Karena peran guru cukup besar dalam mencerdaskan bangsa," ucapnya.
Baca juga: Siapkan Generasi Melek Digital, Puluhan Guru Dilatih Pemrograman dan Coding di Kudus
Baca juga: H-5 Pembukaan PON Bela Diri 2025: GOR Djarum Kudus Mulai Disulap, Venue Siap Tampung 2.656 Atlet
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof Abdul Mu'ti menuturkan, satu dari tiga hal yang bisa diupayakan dalam memajukan pendidikan adalah melatih guru.
Dimana kunci kemajuan pendidikan ada pada sosok guru.
Sedangkan sarpras yang juga sebagai prioritas Presiden menjadi sarana pendukung, termasuk revitalisasi dan digitalisasi.
Bagaimana guru sejatinya difasilitasi mengenai sertifikasi, peningkatan kualifikasi dan kompetensi, dimulai dengan pelatihan coding dan AI.
Selain itu, lanjut Prof Mu'ti, prinsip partisipasi semesta dengan dukungan masyarakat semaksimal mungkin menjadi kunci program Kementerian berjalan maksimal untuk kemajuan pendidikan.
Tanpa itu, bukan tidak mungkin target dari pencapaian program-program yang telah dirancang tidak tercapai (terpenuhi).
"Dan yang ketiga adalah mengajarkan coding dan AI mulai dari SD."
"Meski ada yang kritik saya, karena pemahamannya terkait coding menggunakan jaringan atau berbasis internet."
"Padahal coding dalam praktiknya di lapangan tidak hanya itu," jelasnya.
Mendikdasmen menegaskan bahwa titik utama dalam coding adalah kreatif thinking, deep learning dan kemampuan bernalar dalam mempelajari mata pelajaran, seperti contoh matematika.
Dimana prinsip coding pada dunia pengajaran SD adalah belajar sambil bermain, sementara prinsip coding pada dunia pendidikan TK adalah bermain sambil belajar.
"Peran coding sangat penting, bisa diterapkan pada semua mata pelajaran."
"Dunia masa depan dapat ditentukan oleh mereka yang punya kemampuan analitik, berpikir kritis, mampu menyelesaikan masalah, dan memiliki semangat dalam menyesuaikan kemampuan diri dengan memperhatikan perkembangan zaman," tutupnya. (*)
| Pembongkaran Bangunan Stadion Wergu Wetan Kudus Dilelang Senilai Rp 969 Juta |
|
|---|
| Waspada Tindakan Kriminal, Bupati Kudus Keluarkan Edaran untuk Pasang CCTV |
|
|---|
| Satu Siswa SMPN 1 Kudus Dapatkan Nilai TKA Matematika Nyaris Sempurna |
|
|---|
| Upacara Hari Lahir Pancasila di Kudus, Bupati Samani: Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa |
|
|---|
| Sosok Ika Wonda, Gadis Papua yang Pernah Cetak Top Skor 31 Gol di Kudus Bercita-cita Masuk Timnas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251007-_-Penutupan-Pelatihan-Coding-Guru-Kudus.jpg)