Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Pemkab Kudus Dukung Swasembada Gula, Remajakan Tanaman Tebu Seluas 247 Hektar

Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung program swasembada gula yang digulirkan pemerintah pusat.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
BONGKAR RATOON TEBU - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (berpeci baju cokelat) foto bersama dengan sejumlah petani saat bongkar ratoon tebu di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (27/11/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung program swasembada gula yang digulirkan pemerintah pusat.

Bentuk dukungan tersebut yakni saat ini mulai dilakukan bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu di lahan seluas 247 hektare ditambah perluasan area tanam seluas 21 hektare di tujuh kecamatan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program swasembada gula yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo menurutnya sangat menarik.

Dengan begitu, para petani tebu di Kudus bisa lebih semangat karena selain ada jaminan harga yang tinggi, mereka juga mendapatkan bantuan untuk bongkar ratoon tebu.

“Di Kudus ada lahan seluas 247 hektare yang ditanam tebu ditambah perluasan seluas 21 hektare, sehingga para petani semakin semangat dan penghasilannya cukup sehingga mereka bisa sejahtera, para petani bisa berdaya sehingga swasembada gula tercapai,” kata Sam’ani Intakoris saat menghadiri bongkar ratoon dan perluasan area tanam tebu di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (27/11/2025).

Komitmen untuk mendukung swasembada gula ini dilakukan Kabupaten Kudus meskipun secara kewilayahan daerahnya merupakan yang paling kecil dibanding kabupaten lain di Jawa Tengah.

Baca juga: Kudus Sehat, Aplikasi Berisi Informasi Lengkap tentang Kudus

Namun bukan berarti tidak bisa terlibat dalam program skala nasional yang saat ini telah dicanangkan, yaitu swasembada gula.

“Kudus walau daerahnya kecil, kami mendorong supaya turut serta membantu swasembada pangan dan gula,” kata Sam’ani.

Sam’ani menjelaskan, untuk produktivitas tebu di Kabupaten Kudus rata-rata per hektare mampu menghasilkan 70 ton tebu.

Dengan adanya bongkar ratoon ini diharapkan produktivitasnya bisa meningkat.

Sementara untuk lahan tebu di Kudus yaitu seluas 247 hektare dan kemudian ada tambahan seluas 21 hektare.

Dengan adanya bongkar ratoon dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, diharapkan ada produktivitas hasil tebu.

Dengan begitu, kata dia, Pabrik Gula Rendeng yang ada di Kudus tidak perlu mencari tebu jauh ke luar daerah.

“Karena kebutuhan tebu giling di PG Rendeng sampai saat ini hanya terpenuhi 70 sampai 75 persen,” kata Sam’ani Intakoris.

Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, mengatakan, target swasembada gula selambat-lambatnya bisa tercapai pada 2027.

Baca juga: Pemkab Kudus Komitmen Hadirkan Informasi Publik yang Transparan, Responsif, dan Inovatif

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved