Berita Kudus
Pemkab Kudus Dukung Swasembada Gula, Remajakan Tanaman Tebu Seluas 247 Hektar
Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung program swasembada gula yang digulirkan pemerintah pusat.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Zainal Arifin
Saat ini produktivitas gula dalam negeri yaitu sebanyak 2,6 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsinya mencapai 2,9 juta ton. Artinya masih kurang sekitar 300 ribu ton gula.
Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, pihaknya menggenjot produktivitas gula dalam negeri dengan cara meningkatkan produktivitas tebu.
Untuk itu, pihaknya memberikan bantuan kepada para petani dalam rangka bongkar ratoon tebu.
Bantuan yang diserahkan kepada petani yaitu sebesar Rp 3,6 juta untuk olah lahan sampai tanam.
Selain itu ada mekanisme kredit usaha rakyat (KUR) untuk bagi para petani tebu.
“KUR sudah mudah, mereka punya aplikasi ETERA (Ekosistem Digital Tebu Rakyat) kalau pinjam KUR tinggal pakai hape."
"Saya kira dengan segala upaya selambatnya 2027 swasembada gula konsumsi bisa terpenuhi,” kata dia.
Heru melanjutkan, untuk tahun depan pemerintah pusat tidak lagi mengeluarkan kebijakan impor gula konsumsi.
Sedangkan kalau kebutuhan gula industri masih dipasok melalui impor. Terhitung untuk gula industri, impor yang dilakukan Indonesia mencapai 51, juta ton.
“Tahun ini presiden mencanangkan 2026 tidak akan impor gula konsumsi kalau kebutuhan industri membutuhkan gula dari luar, dari kementerian pertanian jangan sampai gula rafinasi masuk pasar konsumsi dilarang betul dari kepolisian juga memeriksa mereka."
"Termasuk stop impor etanol, karena industri gula ini ada hasil samping berupa tetes yang digunakan bahan untuk membuat etanol,” kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251127_Ratoon-Tebu-di-Kudus.jpg)