Wonosobo Hebat

Pospam Lebaran di Wonosobo Bertambah Jadi 7 Titik, Jalur Wisata Dieng Jadi Perhatian

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
APEL BERSAMA - Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Mapolres Wonosobo, Kamis (12/3/2026) sore. Apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan wisata selama perayaan Idulfitri di Kabupaten Wonosobo. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo bersama kepolisian dan TNI meningkatkan kesiapan pengamanan arus mudik dan wisata saat Lebaran 2026. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah jumlah pos pengamanan di sejumlah titik rawan kepadatan.

Pengamanan ini dilakukan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan mengatakan, pengamanan arus mudik tidak bisa dilakukan oleh kepolisian, melainkan melalui kolaborasi lintas instansi.

Baca juga: Alhamdulillah, Buruh Gendong hingga Petugas Kebersihan di Wonosobo Terima Paket Sembako

Berompi Orange, Tangan Diborgol, Gus Yaqut: Semata-mata untuk Keselamatan Jemaah

Viral Ford Fiesta Nyangkut di Atap Rumah Warga Ungaran, Sopir Ikuti Petunjuk Google Maps

“Polri tidak bisa bekerja sendiri, bersama teman-teman Pemkab, TNI, berkolaborasi," ungkapnya seusai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Wonosobo, Kamis (12/3/2026) sore.

Pada tahun ini, jumlah pos pengamanan di Wonosobo meningkat dari lima menjadi tujuh titik.

Penambahan tersebut dilakukan setelah kepolisian melakukan analisis terhadap titik kerawanan lalu lintas selama masa mudik dan libur Lebaran.

“Untuk Wonosobo kami rencanakan ada tujuh pos, tahun kemarin lima pos, kali ini tujuh,” kata AKBP Kasim.

Beberapa lokasi yang mendapat tambahan pos antara lain kawasan Garung dan Menjer yang dinilai berpotensi mengalami lonjakan arus kendaraan.

Selain itu, jalur Kertek juga menjadi fokus penguatan pengamanan, terutama menjelang puncak arus mudik.

Menurutnya, titik tersebut diperkirakan mengalami kepadatan sejak beberapa hari sebelum Lebaran.

Untuk mendukung pengamanan arus mudik dan wisata, Polres Wonosobo menyiapkan ratusan personel.

Total 394 personel Polri diterjunkan, ditambah dukungan dari pemerintah daerah dan TNI.

Kehadiran personel ini difokuskan pada pengaturan lalu lintas, pengamanan jalur wisata, serta pelayanan kepada masyarakat yang melintas atau berlibur di wilayah Wonosobo.

“TNI Polri siap mengawal sampai dengan selesainya puncak arus baik mudik maupun arus balik,” ujarnya.

Selain arus mudik, kepadatan kendaraan juga diperkirakan terjadi di kawasan wisata Dieng. 

Jalur menuju kawasan tersebut dikenal sempit dan memiliki fungsi ganda sebagai jalur wisata sekaligus jalur aktivitas masyarakat.

Menurut kepolisian, kemacetan sering terjadi akibat kendaraan yang berhenti sembarangan.

“Masyarakat ketika berhenti, parkir sembarangan kemudian selfie-selfie, ini yang membuat kepadatan dan kemacetan,” sebutnya.

Baca juga: 47 Masjid di Wonosobo Terima SK UPZ, Priyo: Perkuat Pengelolaan Zakat

Pergi Mudik Lebaran Warga Bisa Titip Motor di Kantor Polisi, Kapolresta Banyumas: Gratis

BREAKING NEWS, KPK Tahan Gus Yaqut Usai 5 Jam Pemeriksaan

Karena itu, petugas akan ditempatkan lebih awal untuk mengantisipasi potensi kemacetan sebelum terjadi.

Selain itu, masyarakat yang berkunjung ke Dieng juga diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik karena jalur tersebut berada di dataran tinggi.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, lonjakan pengunjung ke Dieng diperkirakan kembali terjadi pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Pada tahun sebelumnya, kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata dengan kunjungan tertinggi di Jawa Tengah saat libur Lebaran.

“Dieng menjadi sorotan karena wisatawannya banyak yang datang,” kata Afif.

Namun dia mengakui keterbatasan jalur menuju Dieng yang hanya satu akses utama kerap memicu kemacetan.

Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

Afif menegaskan, pengamanan mudik bukan soal agenda tahunan saja, tetapi bagian dari upaya negara memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Menurutnya, banyak perantau yang pulang kampung setiap Lebaran sehingga perlu dipastikan perjalanan mereka berlangsung aman.

“Ini bentuk kehadiran negara untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap seluruh rangkaian pengamanan dapat memastikan para pemudik tiba di kampung halaman dengan selamat dan dapat kembali ke tempat kerja tanpa kendala. (*)