Wonosobo Hebat
Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo Terus Berjalan, Target Rampung Juni 2026
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat tetap berjalan sebagai bagian dari proyek strategis nasional.
Peninjauan langsung dilakukan Sekda bersama jajaran Forkopimda pada Selasa (14/4/2026).
Sekda Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo menyampaikan, kehadiran lintas institusi ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mengawal proyek tersebut.
“Ini sebagai bentuk komitmen kami menindaklanjuti arahan dari Kantor Staf Presiden,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Wonosobo Dorong Program HDDAP untuk Perbaiki Pertanian Lahan Kering
• Banjir Wonosobo Belum Tuntas, DPUPR Kaji Pembangunan Sodetan Sungai
Polemik pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Candiyasan, khususnya Dusun Banjaran, sempat mencuat setelah beredar narasi penolakan warga.
Namun pemerintah menegaskan bahwa situasi di lapangan berbeda.
“Ternyata warga tidak menolak. Hari ini warga sudah pendukung pembangunan Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Permintaan utama warga bukan penghentian proyek, melainkan penggantian fasilitas lapangan yang terdampak pembangunan.
Lapangan tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat karena dibangun sejak era reformasi.
Sebagai respons, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan lahan pengganti.
Prosesnya akan mengikuti mekanisme resmi, termasuk penilaian oleh lembaga appraisal.
“Alhamdulillah, di perubahan penjabaran kami sudah anggarkan untuk pengadaan tanah,” ungkapnya.
Selain itu, akses jalan alternatif juga telah disiapkan untuk mendukung mobilitas warga agar tidak terganggu proyek pembangunan.
Area pembangunan nantinya akan dipagar guna menghindari risiko kecelakaan kerja.
Baca juga: Hujan 4 Jam di Wonosobo, 20 Rumah Rusak dan Longsor Tutup Akses Jalan
• Peralihan Musim, BPBD Prediksi Cuaca Ekstrem di Wonosobo Masih Berpotensi hingga Akhir April
Proyek ini membutuhkan lahan ideal seluas 7-10 hektare, namun di Wonosobo hanya tersedia sekira 5,29 hektare dan itu termasuk area lapangan.
Secara teknis, pembangunan yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika) terus berjalan meski menghadapi beberapa kendala.
Site Manager Wika, Fedik Yahezkiel Hutahaean menyampaikan bahwa progres pembangunan masih dalam tahap awal.
“Kendalanya lebih ke akses dan cuaca,” katanya.
Dia menambahkan, percepatan pembangunan diharapkan terjadi setelah persoalan akses yang telah terselesaikan.
Proyek ini ditargetkan rampung Juni 2026 saat tahun ajaran baru.
Pemerintah daerah menargetkan di tahun ajaran baru akan ada 300 siswa baru, masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260414-_-Sekolah-Rakyat-Wonosobo.jpg)