Wonosobo Hebat
Tiga Inovasi Prolanis Perkuat Pengendalian Diabetes dan Hipertensi di Wonosobo
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Upaya pengendalian penyakit kronis di Kabupaten Wonosobo terus diperkuat.
Puskesmas Sukoharjo I meluncurkan tiga inovasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang diharapkan mampu memperluas jangkauan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tiga inovasi yang diperkenalkan tersebut yakni Puskesmas Sukoharjo I Sigap Sama Prolanis (Mas Jo Si Manis), Sistem Observasi dan Pencatatan Prolanis di Desa (Sopandi), serta Gerakan Unggulan Laboratorium Keliling Melayani Prolanis (Gulali Manis).
Peluncuran inovasi dirangkai dengan kegiatan pemeriksaan Prolanis massal di halaman Puskesmas Sukoharjo I, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Wonosobo Dorong Hilirisasi Pertanian dan Investasi untuk Perkuat Ekonomi Lokal
• Suhu Dieng Wonosobo Tembus Minus 1 Derajat Celsius, Ini Waktu Terbaik Saksikan Embun Upas
Kepala Puskesmas Sukoharjo I, Noman Kumoro mengatakan, kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi dukungan penting bagi tenaga kesehatan yang selama ini terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Harapannya kegiatan ini bisa mendapatkan dukungan dari semua stakeholder."
"Ini menjadi energi positif bagi teman-teman kami di Puskesmas untuk konsisten memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Peluncuran tiga inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas, khususnya dalam pengendalian hipertensi dan diabetes melitus yang menjadi dua penyakit kronis dengan jumlah kasus cukup tinggi di masyarakat.
Melalui inovasi Mas Jo Si Manis, pelayanan kesehatan tidak lagi hanya berpusat di fasilitas kesehatan.
Petugas didorong untuk lebih aktif mendekati masyarakat melalui skrining risiko, pemeriksaan kesehatan, edukasi kelompok, pemantauan kepatuhan pengobatan, hingga deteksi dini komplikasi.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum rutin memeriksakan kondisi kesehatannya.
Sementara itu, inovasi Sopandi dikembangkan untuk memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan peserta Prolanis.
Melalui sistem tersebut, hasil pemeriksaan dapat terdokumentasi secara digital, dipantau secara real time, dan menjadi dasar tindak lanjut pelayanan kesehatan.
Peserta juga dapat memperoleh hasil pemeriksaan serta edukasi kesehatan secara lebih mudah melalui layanan digital yang terhubung dengan sistem.
Di sisi lain, Gulali Manis hadir sebagai inovasi layanan laboratorium keliling yang dikembangkan bersama UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah.
Melalui program ini, layanan pemeriksaan laboratorium dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa sehingga peserta Prolanis tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.
Baca juga: Pemkab Wonosobo Terapkan Kontrak Payung Kertas HVS, Hemat Anggaran Rp700 Juta
• Lima Raperda Strategis Digodok, Bupati Afif Perkuat Fondasi Pembangunan Wonosobo ke Depan
Kepala Dinkes Kabupaten Wonosobo, Jaelan menilai, inovasi yang dikembangkan Puskesmas Sukoharjo I menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pengendalian penyakit kronis di tingkat masyarakat.
"Selama ini kami menunggu para warga yang hipertensi dengan kencing manis untuk datang ke Puskesmas," kata Jaelan.
Karena itu, pendekatan jemput bola dinilai lebih efektif untuk menemukan kelompok berisiko sekaligus memastikan penderita penyakit kronis tetap mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
Jaelan mengatakan program tersebut juga didukung oleh skema Prolanis dari BPJS Kesehatan yang selama ini telah berjalan di berbagai fasilitas kesehatan.
"Sudah ada anggarannya, sudah ada dananya dari BPJS Kesehatan. Ini yang luar biasa kegiatan sederhana, kecil ini, Insya Allah daya ungkitnya luar biasa," tandasnya.
Menurutnya, pengendalian hipertensi dan diabetes harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat terhindar dari berbagai komplikasi yang berisiko menurunkan kualitas hidup.
Hingga Februari 2026, di Kabupaten Wonosobo telah terbentuk 133 klub Prolanis hipertensi dengan jumlah peserta mencapai 6.796 orang. Selain itu, terdapat 51 klub Prolanis diabetes melitus dengan 1.788 peserta.
Meski demikian, jumlah tersebut masih dapat terus ditingkatkan mengingat Kabupaten Wonosobo memiliki 265 desa dan kelurahan yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260610-_-Peluncuran-Inovasi-Puskesmas-Sukoharjo-1-Wonosobo.jpg)