Terapkan Germas, Kota Semarang Berstatus Bersih BAB Sembarangan

Di Kota Semarang sudah ada verifikasi Germas dan jamban sehat berbasis masyakat di 16 Kecamatan.

Terapkan Germas, Kota Semarang Berstatus Bersih BAB Sembarangan
Istimewa
Kepala Sesi (Kasi) Pemberdayaan dan Gizi Dinkes Kota Semarang, Sri Kurnia saat Kampanye Gerakan Germas di Balai Kelurahan Bangetayu, Rabu (19/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jamban sehat (sanitasi) merupakan hal penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Termasuk tidak membuat jalur pembuangan ke sungai, itulah beberapa penilaian Bebas Buang Air Besar Sembarangan.

Jamban Sehat merupakan salah satu pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) inilah yang juga harus dipahami masyarakat untuk melakukan cara hidup sehat.

Di Kota Semarang sudah ada verifikasi Germas dan jamban sehat berbasis masyakat di 16 Kecamatan.

"Di Kota Semarang 34 Puskesmas telah mendeklarasikan 16 Kecamatan yang telah bebas dari buang air besar sembarangan," tutur Kepala Sesi (Kasi) Pemberdayaan dan Gizi Dinkes Kota Semarang, Sri Kurnia, Kamis (20/9/2018).

Baca: Kampanye Germas, Warga Desa Bugel Jepara Belajar Atur Pola Hidup Untuk Cegah Penyakit

Sri juga menyebut jika di Semarang tidak ada zona merah terkait status Bebas Buang Air Besar Sembarangan.

Ada sekitar 20-90 KK di Kota Semarang yang masih perlu diedukasi mengenai kebersihan lingkungan.

"Untuk warga yang kurang mampu nanti akan dibuatkan septic tank komunal," jelas Sri.

Bebas Buang Air Besar Sembarangan ini merupakan perilaku untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Berbagai kuman yang terkandung dalam kotoran manusia harus benar-benar dibuang di septic tank.

Jika kotoran manusia dibuang langsung ke air sungai tentu mencemari lingkungan dan juga tidak baik untuk kesehatan.

Untuk itulah pada setiap Kampanye Germas selain aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, cek kesehatan rutin minimal 6 bulan sekali, konsumsi buah dan sayur, enyahkan asap rokok, dan memberikan ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat juga menjadi cara untuk mencegah terjadinya penyakit. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved