Breaking News:

Berita Semarang

Komisi C DPRD Jateng Ingatkan Dirut PT BPR BKK Purwodadi Punya Tugas Berat

"Mudah-mudahan meskipun di tengah pandemi seperti ini, kinerja kami tidak surut dan target bisa terlampaui, " imbuhnya

Istimewa
Ketua Komisi C DPRD Jateng, Asfirla Harisanto. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Performa PT BPR BKK Purwodadi mendapat apresiasi dari Komisi C DPRD Jawa Tengah.

Meski di tengah pandemi Covid 19, kinerja industri keuangan milik pemerintah ini masih tetap menunjukan trend positif.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng, Eddy S Bramiyanto mengungkapkan, dari 33 BPR BKK di Jawa Tengah, BPR BKK Purwodadi adalah yang performanya paling baik.

"Penilaian melibatkan unsur independen dan objektif. Ia berharap kinerja yang sudah baik ini bisa terus dipacu untuk membantu meningkatkan ekonomi," ucapnya dalam keterangan tertulis.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Jateng, Asfirla Harisanto mengatakan, jika dilihat dari hasil laporan BPR BKK Purwodadi dari tahun ke tahun, kinerjanya sudah tidak perlu dikhawatirkan. Perusahaan ini berhasil menjalankan tugas dan fungsinya secara baik.

Politikus dari Partai PDI Perjuangan ini berpesan agar performa yang sudah berjalan baik ini mampu terus ditingkatkan atau minimal dipertahankan Anita Fitriani Yusuf yang baru saja menjabat sebagai Direktur Utama BPR BKK Purwodadi.

"Lihat paparan BPR BKK Purwodadi tidak usah dipikir, dari jaman dulu begitu. Kinerja luar biasa tapi tugas ibu (Anita Fitriani Yusuf-red) akan punya tugas berat karena harus lebih baik dibanding kemarin," kata Bogi, sapaan akrab Asfirla Haristanto.

Ia berharap, upaya marger atau penggabungan BPR BKK seluruh Jawa Tengah bisa segera selesai. Diyakini rencana tersebut akan mampu memacu performa BPR BKK di daerah-daerah lain akan lebih baik.

"Jika BPR BKK menjadi satu mampu untuk menekan biaya operasional. Yang sekarang bergerak secara parsial dengan menjadi satu akan lebih irit biaya belum berbicara hal lain pasti akan mengikuti semua, " ujarnya.

Per Juni 2020, PT BPR BKK Purwodadi memiliki aset Rp 975 miliar. Meski berada tipis dari target Rp 981 miliar, namun pada Agustus ini lembaga keuangan yang berkantor pusat di Jalan Siswamiharjo 40 Purwodadi ini telah berhasil melampauinya dengan mencatatkan total aset Rp 1,021 triliun.

"Sebenarnya kami punya target Rp 1 triliun itu di 2021. Namun pada bulan Agustus kami sudah bisa mencapainya, " kata Direktur Utama PT BPR BKK Purwodadi, Anita Fitriani Yusuf saat menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Jateng di Purwodadi, Kamis (3/9/2020).

Sedangkan untuk Laba sepanjang semester I/2020, PT BPR BKK Purwodadi mencatat capaian 106 persen dari target yakni di angka Rp14 miliiar.

"Mudah-mudahan meskipun di tengah pandemi seperti ini, kinerja kami tidak surut dan target bisa terlampaui, " imbuhnya.

Anita Fitriani Yusuf menambahkan, pertumbuhan deviden juga terus menunjukan tren positif. Pada 2019, pihaknya mencatatkan nilai deviden Rp13 miliar dan pada 2020 ini target pertumbuhan deviden berada di angka Rp16 miliar.

"Kami berharap deviden akan terus meningkat utnuk membantu pemerintah guna mensejahterakan masyarakat," katanya. (mam)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved