Pemberlakuan Tarif Tol, Banyak Kendaraan Angkutan Barang Memilih Keluar Exit Tol Gandulan
Penurunan jumlah pengguna Jalan Tol Trans Jawa dibenarkan oleh PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) selaku pengembang jalan tol di sebagian wilayah Pekalongan.
Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Penurunan jumlah pengguna Jalan Tol Trans Jawa dibenarkan oleh PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) selaku pengembang jalan tol di sebagian wilayah Pekalongan.
Pantauan dari pihak PT SMJ, usai diberlakukan tarif Jalan Tol Trans Jawa kendaraan angkutan barang memilih keluar dari exit tol Gandulan Pemalang.
“Data dari Pemalang Batang Tol Road (PBTR) sesudah diterapkan tarif tol, kendaraan yang melintas setiap harinya di kisaran 8.000,” ujar Rahmat Humas PT SMJ kepada Tribunjateng.com melalui telepon, Jumat (25/1/2019).
Pihaknya menuturkan, untuk bus, kendaraan pribadi dan sebagian truk masih melintasi Jalan Tol Trans Jawa walaupun tak sebanyak sebelum diberlakukannya tarif tol.
“Kemungkinan saat masih gratis lebih dari 8.000 kendaraan yang melintas. Karena tidak semua perusahaan angkutan menanggung biaya tol mengakibatkan pengemudi truk keluar dari exit Gandulan dan melanjutkan melalui Jalan Pantura,” imbuhnya.
• BREAKING NEWS: Truk Pengangkut Alat Berat Hilang Kendali Tabrak Benteng Takeshi di Kertek Wonosobo
• Berlaku Senin, Tarif Tol Semarang-Batang Dikeluhkan!
• Syarat Diskon Tarif Tol Trans-Jawa 15 Persen Selama 2 Bulan, Tol Dalam Kota Semarang Tak Berlaku
• Ini Daftar Tarif Tol Trans Jawa Dimulai Sejak Senin 21 Januari 2019
Di luar dari jumlah kendaraan yang melintas. Rahmat menambahkan, pihaknya juga akan mengebut pemasangan penerangan di Jalan Tol Pemalang-Batang.
“Kami sudah melakukan koordinasi bersama PBTR terkait penerangan dan prosesnya masih dalam pemasangan kabel,” tuturnya.
Sementara itu pihak PBTR belum memberi jawaban kepada Tribunjateng.com mengenai penurunan jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Jawa.
Perlu diketahui, arus lalu lintas di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa kembali padat setelah tarif tol Trans Jawa diberlakukan, semisal di Kota Pekalongan.
Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, setelah diberlakukannya tarif tol terjadi kepadatan kendaraan atau arus lalu lintas meningkat hingga 70 persen.
Peningkatan itu ditinjau dari jumlah rata-rata kendaraan barang (truk) yang melintasi jalur Pantura Kota Pekalongan di tiap jam.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Pekalongan Restu Hidayat menjelaskan, sebelum diberlakukan tarif tol, sekitar 200 truk melintas di Jalan Pantura Kota Pekalongan setiap jamnya.
“Namun setelah diberlakukan ada peningkatan kendaraan yang melintas, perkiraan 300 hingga 400 truk melintas setiap jamnya,” paparnya, Jumat (25/1/2019).
Kepala Dishub Kota Pekalongan Slamet Prihantono berencana akan memanfaatkan Area Traffic Control System (ATCS) yang dimiliki guna semakin mempermudah pantau arus lalu lintas.