Menyambut Lebaran 2015
Jelang Puasa dan Lebaran, BI Tegal Fokuskan Likuiditas Dan Kenaikan Harga
Jelang Puasa dan Lebaran, BI Tegal Fokuskan Likuiditas Dan Kenaikan Harga
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Menjelang bulan suci Ramadhan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal memfokuskan pada dua permasalahan yang biasa timbul. Yakni bagaimana memenuhi kebutuhan likuditas di masyarakat dan pengendalian inflasi karena kenaikan harga-harga.
"Menjelang puasa dan lebaran ada dua fokus bagi kami di perbankan. Dari Bank Indonesia bagaimana memenuhi kebutuhan likuiditas masyarakat. Yang kedua pentingnya pengendalian inflasi," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Bandoe Widiarto kemarin.
Menurut Bandoe, BI dalam memenuhi kebutuhan likuiditas masyarakat, bukan perkara mudah. "Karena kalau tidak terima uang gres, maka tidak berasa lebaran. Kalau uangnya tidak bunyinya seksek tidak lebaran," paparnya.
Sehingga, lanjutnya, pada tahun 2014, uang Rp 2 triliun habis untuk Kota Tegal dan total untuk eks Karesidenan Pekalongan menghabiskan Rp 7 triliun.
Untuk itu, BI pada tahun 2015 sedang mematangkan supaya likuditas masyarakat terpenuhi sehingga uang yang beredar layak edar dan bisa untuk lebaran bagi masyarakat.
"Kami cover Brebes sampai Batang. Mudah-mudahan nanti jangkau masyarakat sampai dengan pelosok sehingga uang yang diterima adalah layak edar, namun tidak harus baru," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jelang-puasa-dan-lebaran-bi-tegal-fokuskan-likuiditas-dan-kenaikan-harga_20150609_173528.jpg)