Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

James Riady Rahasiakan Jumlah Harta yang Dibawa Pulang ke Indonesia, Ini Alasannya

Bos Grup Lippo James T Riady menyambangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu.

Editor: iswidodo
YOUTUBE
Bos Grup Lippo James T Riady menyambangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu. Kedatangannya bertujuan mengikuti program amnesti pajak. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bos Grup Lippo James T Riady menyambangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu.

Kedatangannya bertujuan mengikuti program amnesti pajak.

"Jadi hari ini saya datang untuk melakukan hal itu (amnesti pajak). Saya akan mendeklarasikan serta merepatriasi harta. Bukan hanya secara pribadi melainkan semua perusahaan yang terafiliasi," ujar James, Jumat (020/9/2016).

Baca juga: Putri Wulan Guritno 3 Tahun Pacaran dengan Cowok Ini, Perbedaan Mereka Bikin Netizen Gagal Paham

Putra pendiri Grup Lippo, Mochtar Riady, ini mendukung kebijakan pemerintah yang mereformasi struktural ekonomi nasional melalui reformasi perpajakan.

Kebijakan itu, menurutnya,  bisa menambah kekuatan fiskal negara.

James enggan menyebutkan nilai keseluruhan aset yang diikutkan dalam program amnesti pajak.

Dia menilai hal itu akan menimbulkan ketakutan pengusaha lain jika harus menyebutkan nilai harta kepada publik.

Mengenakan jas berkemeja putih, James datang menggunakan Lexus.

Dia kemudian mengikuti deklarasi dan repatriasi program pengampunan pajak.

Tak berapa lama, James menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH).

"Sangat singkat dan sangat ramah. Janji pemerintah terhadap layanan telah terbukti," ungkapnya.

Dia memastikan ikut program pengampunan pajak lantaran terpanggil membenahi infrastruktur di Indonesia.

Salah satu orang terkaya di Indonesia itu mengelak bila disebutkan selama ini tak patuh membayar pajak.

"Selama ini tak ada satu pikiran pun tak jujur kepada pajak. Dalam kerja, saya hanya bekerja lebih cepat untuk meningkatkan lapangan kerja," tutur dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved