Jumlah Kapasitas Distribusi Pupuk Gunakan KA Melebihi Target
Pendistribusian pupuk menggunakan kereta api bergeliat kembali. Frekuensi pengiriman pun melebihi target yang direncanakan.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,BANYUMAS -- Pendistribusian pupuk menggunakan kereta api bergeliat kembali. Frekuensi pengiriman pun melebihi target yang direncanakan.
Padahal, angkutan pupuk Pusri dari Pelabuhan Cilacap via kereta api sempat terhenti sejak awal 2008.
Pada 2015, baru pengiriman pupuk dengan KA barang dioperasikan kembali menyusul disetujuinya kerja sama angkutan antara PT KAI (Persero) dengan PT Pusri.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko menyatakan kinerja angkutan barang komoditi pupuk melebihi target yang ditentukan.
"Pada masa laporan dari 1 Januari- 31 Oktober 2016, angkutan barang komoditi pupuk menunjukan angka kinerja yang cukup bagus," kata Ixfan dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Kamis (3/11/2016).
Hingga akhir Oktober, tercapai sebesar 72.090 ton pengiriman. Padahal, program yang ditetapkan sebesar 60.000 ton pertahun.
Jika dipersentase antara program dan realisasi tahun 2016, ada kenaikan sebesar 20 persen. Jika diestimasi hingga akhir tahun maka bisa lebih dari 120 persen.
KA Barang komoditi pupuk di Daop 5 Purwokerto terdiri dari dua perjalanan, KA relasi Stasiun Cilacap- Stasiun Ceper (Kabupaten Klaten) dan Stasiun Cilacap- Prupuk (Kabupaten Tegal).
Jadwal berangkat dari Stasiun Cilacap pukul 00:00 WIB dan tiba di stasiun akhir Ceper pukul 06:56 WIB dengan 20 Gerbong Tertutup (GT) berjalan setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Sedangkan, KA relasi Cilacap-Prupuk jadwal berangkat dari Stasiun Cilacap pukul 00:45 WIB dan tiba di Stasiun Prupuk pukul 05:50 dengan 18 Gerbong Tertutup (GT) hanya beroperasi setiap Selasa.
"Bila disandingkan antara Cilacap-Ceper dengan Cilacap- Prupuk, jumlah muatan masih lebih tinggi Cilacap- Ceper. Lantaran, ada beberapa stasiun tujuan yang dilewati, antara lain Stasiun Gombong (Kabupaten Kebumen), Maguwo (Kabupaten Sleman, DIY), dan terahir Ceper," jelas Ixfan.
Menurutnya, dari masing-masing stasiun tersebut, mempunyai kontribusi yang berbeda-beda. Adapun rincian kontribusi angkutan Stasiun Gombong dalam kurun waktu yang sama mencapai sebesar 22.080 ton (105 persen), Stasiun Maguwo sebesar 16.500 ton (92 persen), dan Stasiun Ceper sebesar 19.020 (91 persen).
Meskipun demikian, kata dia, PT KAI maupun PT PUSRI masih memiliki sejumlah kendala pengangkutan. Antara lain, proses muat dan bongkar pupuk yang masih menggunakan tenaga manusia.
Selain itu, jumlah ketersediaan tenaganya pun kurang memenuhi jumlah ideal. Sehingga memakan waktu lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapasitas-semen-bima-meningkat-pt-kai-bakal-bangun-jalur-simpang_20150917_192500.jpg)