Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menteri Pertanian Ajak Ibu Rumah Tangga Tanam Cabai dalam Gerakan Lima Pohon Satu Rumah

Amran berada di Kendari dalam rangka panen pedet sapi Bali di Kabupaten Konawe Selatan dan penanaman jagung di Kabupaten Konawe Utara.

TRIBUNJATENG/YAYAN
Komandan Koramil 03/Undaan, Kudus, Kapten Widodo, tampak memetik cabai dari beberapa pohon di sebuah kebun, Senin (9/1) siang. Di kebun itu, terdapat beberapa jenis tanaman cabai. 

KENDARI, TRIBUNJATENG.COM -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak ibu rumah tangga di seluruh Indonesia menanam lima pohon cabai di pekarangan rumah lewat Gerakan Tanam Cabai.

"Gerakan menanam cabai ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami berbagai jenis sayur dan cabai. Hal ini penting dilakukan untuk menyikapi fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun," kata Amran di Kendari, Kamis (12/1).

Amran berada di Kendari dalam rangka panen pedet sapi Bali di Kabupaten Konawe Selatan dan penanaman jagung di Kabupaten Konawe Utara.

Amran mengatakan untuk mengatasi masalah fluktuasi harga cabai, sebenarnya hanya butuh kemauan masyarakat atau warga karena cukup dengan media sederhana seperti polibek, sudah bisa menghasilkan cabai.

"Kalau ibu-ibu bisa mengurangi ngegosip lima menit sehari kemudian digunakan menanam cabai lima pohon, maka tuntas persoalan cabai karena lima pohon itu bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga beberapa bulan," ujar Amran.

Ia mengatakan ada beberapa keuntungan menanam cabai untuk kebutuhan sendiri. Selain bisa memperoleh cabai yang lebih segar, pengeluaran belanja juga bisa ditekan. Dengan demikian, inflasi pun bisa ikut ditekan.

"Harga cabai ini menjadi pemicu inflasi sehingga perlu ada gerakan yang sederhana seperti tanam cabai lima pohon per rumah yang manfaatnya sangat besar," katanya.

Mendag pantau harga

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memantau langsung perkembangan harga kebutuhan pokok penting di Jakarta, dan memastikan pasokan yang ada tidak terhambat distribusinya ke pasar konsumen.

Enggartiasto memantau harga kebutuhan pokok di beberapa pasar yang ada di Jakarta, antara lain Pasar Koja Baru Jakarta Utara, Pasar Rawamangun Jakarta Timur dan Pasar Jatinegara Jakarta Timur. Berdasarkan pantauan langsung, sejauh ini pasokan tidak ada gangguan dan harga bahan pokok dalam kondisi stabil.

"Saya memastikan bahwa ketersediaan daging cukup, masyarakat ada pilihan. Untuk daging beku dengan harga maksimum Rp 80.000 tersedia, dan juga ada daging segar," kata Enggartiasto di Pasar Jatinegara Jakarta Timur, kemarin.

Pemerintah menjamin pasokan kebutuhan daging untuk masyarakat akan terpenuhi, bahkan hingga Lebaran 2017. beberapa skema yang sudah dilakukan adalah impor daging beku, selain juga mengimpor sapi bakalan serta pengembangan sapi indukan di dalam negeri.

Hingga saat ini, harga daging di pasar masih belum sesuai dengan keinginan pemerintah. Pemerintah memberikan pilihan kepada konsumen berupa daging sapi beku dengan harga Rp 80.000 per kilogram.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga rata-rata nasional untuk daging sapi tercatat sebesar Rp 112.000 per kilogram. Dalam beberapa minggu terakhir, harga kebutuhan masyarakat tersebut cenderung mengalami fluktuasi.

Enggartiasto juga memantau pasokan dan harga cabai, beras, dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Untuk cabai rawit merah, pemerintah menggunakan instrumen Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar dengan harga Rp 65.000 per kilogram.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved