Bubur Tujuh Rupa, Hidangan Tradisional Ini Kini Bisa Dinikmati Setiap Hari, Disini Tempatnya!

Bubur tujuh rupa dikenal sebagai hidangan yang disajikan dalam upacara tujuh bulanan dalam tradisi Jawa

Bubur Tujuh Rupa, Hidangan Tradisional Ini Kini Bisa Dinikmati Setiap Hari, Disini Tempatnya!
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Panci-panci yang berisikan tujuh jenis bubur 

TRIBUNJATENG.COM - Bubur tujuh rupa dikenal sebagai hidangan yang disajikan dalam upacara tujuh bulanan dalam tradisi Jawa.

Bubur tujuh rupa terdiri dari bubur merah dan bubur putih yang dilengkapi dengan candil, sum-sum, ketan hitam dan lainnya.

Nah, Di Semarang ternyata ada juga bubur tujuh rupa yang siap dinikmati setiap hari. Adalah bubur tujuh rupa Bu Joko yang kini sudah populer menjadi kudapan pengganjal perut di jam makan siang.

Bu Joko saat menyajikan bubur tujuh rupa. Segelas bubur tujuh rupa berisi masing-masing satu sendok nasi jenis bubur
Bu Joko saat menyajikan bubur tujuh rupa. Segelas bubur tujuh rupa berisi masing-masing satu sendok nasi jenis bubur

Dinamakan bubur tujuh rupa karena isinya terdiri dari tujuh bahan yang berbeda.

Bubur yang dijual dengan gerobak dorong kecil ini terbuat dari bubur sum-sum, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, candil, bubur tela, mutiara dan bubur jawawut ditambah dengan gula jawa dan santan sebagai pelengkap. Menurut penjualnya yang akrab disapa Bu Joko ini jawawut merupakan ciri khas dari buburnya.

“Di antara semua bahan, yang sudah jarang ditemui itu jawawut. Sudah tidak banyak yang buat bubur jawawut ini. Itu juga bagus lho untuk orang yang sedang diet,” ujar Bu Joko sembari menyajikan bubur pada pelanggannya.

Jawawut atau juwawut sendiri adalah sejenis tanaman berbiji kecil yang pernah menjadi makanan pokok sebelum budidaya padi.

Sama halnya seperti padi, tumbuhan ini juga diambil bijinya untuk diolah menjadi makanan. Bu Joko menuturkan ia mendapatkan bahan baku jawawut dari pasar gang baru pecinan.

Wanita asal Tuntang, Salatiga, ini menambahkan dalam sehari ia bisa menghabiskan 3-4 kilogram bahan baku untuk membuat bubur.

Panci-panci yang berisikan tujuh jenis bubur
Panci-panci yang berisikan tujuh jenis bubur

Bu Joko sudah berjualan bubur tujuh rupa sejak tahun 2005. Awalnya ia berjualan dengan cara berkeliling hingga akhirnya memutuskan menetap juga dengan gerobak kecilnya tanpa tenda atau kios. Kini ia berjualan secara rutin di depan Swalayan Bali jalan Gajah Mada Semarang.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved