Isna Ingin Belajar Bisnis Online Bersama Para Pejuang Online
Diinisiasi oleh komunitas Pejuang Online, acara ini mengajak para anggota yang seluruhnya merupakan pebisnis e-commerce
Penulis: faisal affan | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sabtu, (22/7/2017), di UMKM Center Jawa Tengah, yang bertempat di Jalan Setiabudhi no 192, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, diadakan acara Silaturahmi Keliling yang dikemas dalam bentuk sharing pengalaman bisnis.
Diinisiasi oleh komunitas Pejuang Online, acara ini mengajak para anggota yang seluruhnya merupakan pebisnis e-commerce, dan masyarakat umum yang berminat untuk berjualan online.
Bertemakan 'Gerakan 1000 UMKM Pejuang Online Mahir Digital', acara ini juga dihadiri oleh founder Pejuang Online, Tanto Surioto. Tanto menceritakan pengalaman dalam membangun bisnis secara online kepada peserta.
"Banyak manfaat positif yang bisa didapatkan oleh para peserta pada acara hari ini. Di antaranya membangun jaringan bisnis sesama UMKM online, fasilitas kerjasama perbankan, dan kesempatan bergabung dalam tim HUB PO atau supermarket virtual dan lainnya," terang pria berparas oriental ini.
Menjelang siang, pihak Smartfren memaparkan beberapa paket internet yang menunjang kebutuhan internet para peserta, yang rata-rata pebisnis online.
Pihak Smartfren yang bekerjasama dengan Blackberry Aurora, memberikan tebakan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan tentang cicilan gawai tersebut.
Satu di antara peserta ditunjuk untuk maju menjawab dan mendapatkan doorprize berupa tas, dari asuransi Simasnet.
Sebelum menjalankan salat Duhur, para panitia memberikan plakat kepada narasumber, yaitu Yosef Adi Pramono dari Sinarmas dan Slamet Supraji dari Smartfren.
Setelah sesi istirahat, acara dimulai kembali bersama Suryadin Laodang, selaku founder Kampus Dosen Jualan, untuk memaparkan teknik sukses berjualan online.
"Menurut saya marketplace merupakan bisnis yang minim modal namun memiliki peluang pasar yang besar. Kita bisa memasarkan produk kita bukan hanya di sekitar kita saja, bahkan hingga ke negara lain tanpa biaya promosi yang besar," tegasnya di depan para peserta .
Suryadin menambahkan, media yang digunakan untuk berjualan online bisa melalui aplikasi e-commerce seperti Bukalapak, Shopee, Olx, Lazada dan lain sebagainya, atau membuat website sendiri.
Satu di antara peserta yang jauh-jauh datang dari Jepara, Isnaini Putri Nastiti (24), mengatakan ingin belajar memasarkan produk secara online. Wanita berkerudung hijau tosca ini, menambahkan juga sempat pernah berjualan online.
"Pernah dahulu awal 2016, jualan aksesoris wanita di Instagram dan Facebook, namun pemasarannya masih kurang, jadi belum banyak yang tahu. Rencananya setelah belajar dari acara ini, saya ingin berjualan hijab," ungkap wanita yang pernah berkuliah di Malang, Jawa Timur ini.
Acara pada hari ini, bukan hanya diadakan di Kota Semarang, namun juga akan dilanjutkan di Kota Surabaya pada 29 Juli, Kota Bandung 5 Agustus, dan terakhir Kota Jakarta 12 Agustus.
Silaturahmi Keliling Pejuang Online ini ditutup dengan berbagai games dan pembagian doorprize, dari sponsor-sponsor yang bekerjasama dengan komunitas Pejuang Online pada pukul 15.00 WIB.
Komunitas Pejuang Online sendiri merupakan hasil bentukan Tanto Surioto seorang pakar IT dan marketing, yang peduli akan pentingnya perkembangan bisnis UMKM untuk bisa dipasarkan secara online.
Dibentuk pada Januari 2017, saat ini ia bersama anggota komunitas sedang menggarap buku yang berisi tentang perjuangan para penjual online dalam memasarkan produknya.
Selain itu, Tanto juga sedang menggodok sistem HUB PO supermarket virtual. Fungsi sistem ini akan menunjang para anggota yang tergabung dalam komunitas, untuk bisa menjual lebih dari satu jenis barang.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/umkm_20170722_155740.jpg)