Melihat Kerajinan Tudung Saji dari Bambu di Mandiraja, Banjarnegara
Mereka menghadap bambu yang telah dipotong kecil-kecil dan rapi, juga tali dari pelepah tanaman untuk mengikat anyaman
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Masalahnya, kata Suwarso, para pengrajin di desa Kertayasa tidak terorganisir dengan baik. Tidak ada parkumpulan atau kelompok yang bisa menjembatani masalah mereka.
Di sisi lain, para pengrajin berpenghasilan rendah enggan menyimpan sebagian barang saat permintaan sepi karena terdesak kebutuhan harian.
"Banyak pengrajin terjebak bank harian (rentenir) yang menagih hutang setiap hari. Akhirnya mereka tifak ada pikihan harus segera menjial batang
Di sisi lain, kata Warso, para pengrajin masih susah diajak berinovasi untuk meningkatkan daya jual barang kerajinan mereka. Model barang kerajinan yang mereka buat masih monoton.
Padahal, menurut Warso, jika pengrajin mau sedikit berinovasi, bukan tidak mungkin, harga jual produk mereka lebih tinggi serta permintaan barang ikut meningkat.
"Kerajinan bisa didesain lebih menarik, misal diwarnai atau dibentuk model lain agar lebih memikat pembeli,"katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kerajinan-bambu_20170911_155108.jpg)