Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Tips Dokter Cinta Ketika Menyelamatkan Orang yang Mengalami Henti Jantung

Perbedaan henti jantung adalah tidak ditemukannya detak nadi, dan napas, walaupun sama-sama tak sadarkan diri.

Penulis: Suci Rahayu | Editor: galih permadi
IST
Bantuan Hidup dasar (Basic Life Support) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suci Rahayu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sudah banyak kasus orang mengalami henti jantung dan terlambat ditolong sehingga meninggal dunia.

Pertolongan yang terlambat ini biasanya dikarenakan orang sekitar tidak mengetahui teknik pertolongan pertama atau buru-buru merasa panik.

Kasus lainnya biasanya terjadi karena pingsan dianggap biasa dan bukan merupakan serangan jantung yang berbahaya.

Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa ada perbedaan antara pingsan biasa dan henti jantung.

Henti jantung adalah tidak ditemukannya detak nadi, dan napas, sedangkan pingsan biasa masih ditemukan detak nadi dan nafas walaupun sama-sama tak sadarkan diri.

Di Indonesia teknik pertolongan ini disebut Bantuan Hidup Dasar.

Banyak masyarakat yang tidak tahu caranya atau masih takut untuk melakukannya.

Padahal sebenarnya teknik pertolongan pertama ini bisa dipelajari oleh siapa saja yang mau.

Yang terpenting dari pertolongan pertama ini adalah jangan panik dan tetap tenang sehingga setiap langkah dapat dilakukan dengan baik.

Dr. Cinta Cintya Rudianto, Msi Med di RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang membagi pengetahuannya tentang langkah-langkah mengenai teknik pijat jantung untuk masyarakat umum.

1. Langkah pertama adalah dengan meletakkan korban di tempat yang aman, keras dan datar.

Amankan korban dari tempat yang berbahaya dan kerumunan, baringkan ditempat yang datar dan keras.
Amankan korban dari tempat yang berbahaya dan kerumunan, baringkan ditempat yang datar dan keras. (IST)

2. Kedua, cek kesadaran korban dengan suara keras dan menepuk dada korban.

3. "Selanjutnya meminta pertolongan orang sekitar untuk menelfon rumah sakit terdekat dengan menyebutkan korban tak sadarkan diri dan alamat kejadian," kata Cinta, Selasa (7/11/2017)

Cek respons dengan cara memanggil dengan suara yang keras (bapak/ibu) dan menepuk dada korban
Cek respons dengan cara memanggil dengan suara yang keras (bapak/ibu) dan menepuk dada korban (IST)

4. Selanjutnya kita harus mengecek ada atau tidaknya nadi dengan cara meraba rahang bawah bagian kanan atau kiri hingga ditemukan hasil dalam sepuluh detik (bagi tenaga medis atau masyarakat umum terlatih).

Mencari denyut nadi yang terletak dibawah rahang digeser ke arah samping kanan atau kiri.
Mencari denyut nadi yang terletak dibawah rahang digeser ke arah samping kanan atau kiri. (IST)

"Jika denyut nadi tidak ditemukan maka kita harus cepat melakukan pijat jantung. Pertolongan ini harus dilakukan dengan cepat karena empat menit pertama pertolongan adalah saat yang sangat penting dan dapat menyelamatkan nyawa. Lebih dari itu korban dapat mengalami kerusakan otak karena tidak adanya asupan darah ke otak," ujarnya.

5. Satukan telapak tangan dan taruh di tengah dada korban. Posisi tegak lurus dengan dada korban agar dapat menekan dengan baik.

Lakukan Pijat Jantung sebanyak 5 siklus masing – masing siklus terdiri dari 30 kali pijatan
Lakukan Pijat Jantung sebanyak 5 siklus masing – masing siklus terdiri dari 30 kali pijatan (IST)

6. Lakukan tekanan pada dada sebanyak 30 kali dan beri nafas buatan sebanyak dua kali. Hal ini diulang sebanyak lima siklus

7. "Pijatan dilakukan dengan interval > 100 kali permenit, minim jeda. Kedalaman pijatan adalah 5 cm. Setiap sekali pijatan biarkan dada korban kembali mengembang," ujarnya.

8. Setelah menekan-nekan dada sebanyak 30 kali, beri nafas buatan untuk korban dengan cara tekan dahi ke bawah dan angkat dagu korban dengan perlahan.

9. "Berhati-hatilah saat menggerakan kepala korban dengan trauma leher. Tutup lubang hidung korban menggunakan ibu jari dan telunjuk sementara tangan satunya tetap mengangkat dagu dan membuka mulut korban. Beri dua tiupan melalui mulut korban hingga dada terangkat. Ulangi proses hingga korban kembali bernafas," ujarnya.

10. Jika korban sudah kembali bernafas sebelum bantuan media datang, maka miringkan korban ke kiri. Jadikan telapak tangan korban sebagai tumpuan kepala dan tangan kiri di bawah (posisi seperti orang menyapa).

11. "Kaki kanan di tekuk dan dimiringkan ke sebelah kiri, sementara kaki kiri dibiarkan lurus. Usahakan jangan berhenti memberi bantuan hidup sebelum korban kembali bernafas dan tim medis datang," imbuh Cinta

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved