Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Studi Terbaru: Instagram dan TikTok Picu Gangguan Mental, Ini Penjelasannya

Laporan terbaru mengungkap bahwa platform seperti Instagram dan TikTok justru lebih berisiko memicu gangguan psikologis

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
GETTY IMAGES VIA KOMPAS.COM
ILUSTRASI TikTok 

Ringkasan Berita:
  • Instagram dan TikTok dinilai lebih berisiko terhadap kesehatan mental dibanding WhatsApp dan Facebook.
  • Penggunaan media sosial berlebihan, terutama pada anak muda, dapat menurunkan tingkat kebahagiaan.
  • Durasi penggunaan ideal sekitar satu jam per hari untuk menjaga keseimbangan mental.

 

TRIBUNJATENG.COM - Penggunaan media sosial tidak selalu berdampak sama bagi kesehatan mental.

Laporan terbaru mengungkap bahwa platform seperti Instagram dan TikTok justru lebih berisiko memicu gangguan psikologis dibandingkan aplikasi berbasis komunikasi seperti WhatsApp.

 

Laporan Global Ungkap Perbedaan Dampak Media Sosial

Temuan ini berasal dari World Happiness Report yang dikutip dari The Guardian (19/3/2026).

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa jenis platform dan cara penggunaannya berperan besar dalam memengaruhi kesejahteraan mental.

Media sosial berbasis algoritma seperti Instagram dan TikTok dinilai lebih berisiko karena mendorong pengguna untuk terus mengonsumsi konten tanpa henti.

Baca juga: Waspada Modus Penipuan Pajak via WhatsApp Usai Lapor SPT, Wajib Pajak Diminta Hati-hati

Pola ini dapat memicu perasaan tidak puas, kecemasan, hingga penurunan kebahagiaan.

Sebaliknya, platform seperti WhatsApp dan Facebook cenderung lebih aman karena berfokus pada interaksi sosial langsung antar pengguna.

 

Studi: Platform Komunikasi Lebih Menunjang Kebahagiaan

Penelitian di 17 negara Amerika Latin menunjukkan bahwa penggunaan WhatsApp dan Facebook berkaitan dengan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.

Sementara itu, penggunaan Instagram, TikTok, dan X justru dikaitkan dengan penurunan tingkat kebahagiaan serta meningkatnya risiko masalah kesehatan mental.

Temuan serupa juga ditemukan dalam studi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Aplikasi berbasis visual dan konsumsi pasif—terutama yang dipenuhi konten influencer—dinilai lebih berpotensi memperburuk kondisi mental.

 

Anak Muda Jadi Kelompok Paling Rentan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved