BP2KL Akan Serahkan Dokumen Kota Lama Semarang ke UNESCO September Mendatang, Ini Isinya
Pemkot Semarang masih melakukan pengumpulan dokumen arsip sejarah Kawasan Kota Lama, dan akan menyerahkan draf dokumen Kota Lama ke Unesco
Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang melalui Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang saat ini masih melakukan pengumpulan dokumen arsip sejarah Kawasan Kota Lama.
Rencananya, BPK2L akan menyerahkan draf dokumen Kota Lama ke Unesco pada September 2018 mendatang.
Dokumen tersebut sebagai kelengkapan persyaratan Kota Lama Semarang sebagai warisan budaya dunia atau World Heritage yang ditargetkan pada 2020 mendatang.
"Sekarang draf itu sedang kami susun dan Insya Allah September kami kirim ke Unesco, kemudian nanti November finalnya kami kirimkan ke sana," kata Ketua BPK2L Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Selasa (27/3/2018).
Dalam penyusunan draf dokumen Kota Lama nantinya, wanita yang akrab disapa Ita itu mengungkapkan, nantinya akan ada perubahan dozzier.
Jika dulunya dozzier Kota Lama merupaka jalur rempah-rempah, nantinya akan diubah menjadi kosmopolitan dalam perdagangan dan jasa.
"Semua tim masih berproses. Pada saat sekarang ini semua bersama-sama mensupport Kota Lama. Wali Kota juga support, supaya semua bisa tertata dengan baik," ucapnya.
Ita menyatakan, penyusunan dokumen ditargetkan akan rampung pada bulan September dan draf dokumen akan langsung dikirimkan ke Unesco. Dokumen yang diserahkan ke Unesco nantinya berisi tentang jejak rekam cerita sejarah Kawasan Kota Lama yang otentik.
Ita menyebutkan, terkait lamanya waktu yang dibutuhkan karena penyusunan dokumen Kota Lama harus dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang.
"Kalau nanti tidak berkaitan dengan RPJMD, kita pembangunannya juga tidak akan bisa menyentuh ke sana. Unesco juga berpikirnya kan ke depan, tidak hanya sekarang," paparnya.
Ita menyatakan, jumlah dokumen tersebut bisa mencapai ratusan bahkan hingga ribuan data karena nantinya menerangkan satu per satu sejarah bangunan dan sejarah kondisi kota lama secara keseluruhan.
Contohnya, Gedung Oudetrap yang sekarang dikelola oleh Pemkot Semarang. Disebutkan, gedung tersebut dulunya milik siapa, dibangun tahun berapa dan dipakai untuk apa.
"Nah sekarang ini sedang kami gali sejarah gedung-gedung di Kota Lama. Nanti mungkin sekitar bulan April, akan datang ahli dari Belanda untuk mensupport juga," terangnya.
Ita tidak mau terburu-buru dalam mengirimkan dokumen ke Unesco. Ia ingin memastikan dokumen yang dikirim nantinya sudah lengkap, tidak mengira-ngira berapa jumlah fisik bangunan yang memiliki histori sejarah.