Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mari Bung Rebut Kembali, Bank Jateng Optimistis Menggaet 10 Ribu ASN

Mari Bung Rebut Kembali, Bank Jateng Optimistis Menggaet 10 Ribu ASN yang telah hengkang karena persaingan

Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
Tribunjateng.com/Raka F Pujangga
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membuka rekening di KCP Bank Jateng Sampangan, Kota Semarang, Senin (2/4/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sedikitnya 20 ribu aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) hengkang sebagai Bank Jateng sejak 2017 lalu.

Hengkangnya PNS sebagai nasabah Bank Jateng tersebut diperkirakan karena makin ketatnya persaingan perbankan.

Dikatakan Direktur Bisnis Ritel dan UUS Bank Jateng, Hanawijaya di sela-sela peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Jateng Sampangan, di Jalan Menoreh Raya No 64, Semarang, Senin (2/4) banyak bank asing yang menawarkan program menarik untuk mendapat nasabah.

"Bank asing bikin persaingan perbankan makin ketat. Nasabah kita juga ikut diprospek bank asing," jelas dia.

Untuk mengantisipasi makin banyak PNS nasabah yang meninggalkan Bank Jateng, kata Hanawijaya, pihaknya meluncurkan program Mari Bung Rebut Kembali di 2018 ini. Dijelaskan dia, banyak hal menarik pada program tersebut. Misalnya bebas biaya administrasi, provisi dan lain sebagainya.

"Selain itu tentunya kami akan memperbaiki fitur dan produk," ucap dia.
Ditargetkan, program tersebut mampu "memulangkan" sedikitnya 10 ribu nasabah hingga akhir 2018 ini. "Setidaknya 50 persen dari nasabah yang hengkang bisa kembali," sambungnya.

Ditambahkannya, kontribusi PNS pada bank pelat merah itu cukup besar. Dari total kredit konsumsi sebesar Rp 31 triliun pada 2017 lalu, kontribusi PNS mencapai 83 persen atau sekitar Rp 26 triliun. Kemudian untuk uang pensiun ASN, outstanding pada 2017 lalu berkontribusi sekitar Rp 600 miliar.

"Makanya tahun ini kami bisa lebih agresif lagi untuk mengikuti keinginan dari customer," jelas dia.

Selain bersaing dengan bank asing, Bank Jateng juga menargetkan dapat menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik di Indonesia pada 2020.

Total aset Bank Jateng saat ini menyentuh Rp 61,15 triliun atau tumbuh 15,95 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan cukup signifikan juga terjadi pada Dana Pihak Ketiga (DPK). Menurutnya, DPK Bank Jateng mencapai Rp 47,99 triliun, tumbuh 13,59 persen dibanding tahun sebelumnya. Demikian juga dengan penyaluran kredit yang tumbuh 16,96 persen jadi Rp 42,3 triliun.

Di sisi lain, Bank Jateng saat ini sudah memiliki 43 kantor cabang, 134 kantor cabang pembantu, dan 163 kantor kas di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. "Kami juga punya 35 mobil kas keliling dan termasuk top five bank (lima besar) pemilik ATM yang terbesar," ucap dia. (tribunjateng/raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved