Air Berkah Waisak Diambil dari Wana Wisata Umbul Jumprit Temanggung

air yang disemayamankan diambil dari sumber mata air Umbul Jumprit, pegunungan Sumbing, Kabupaten Temanggung.

Air Berkah Waisak Diambil dari Wana Wisata Umbul Jumprit Temanggung
ISTIMEWA
Ritual Pengambilan Air Suci Waisak di Umbul Jumprit Temanggung 

Lokasi sendang dan petilasan hanya berjarak sekitar 50 meter dari loket pintu masuk dan tempat parkir.

 Anton mengatakan air sendang Jumprit berasal dari mata air dan tetesan dari rembesan tebing yang ada di atasnya.

“Tepat di samping sendang, terdapat petilasan yang di dalamnya berisi dua buah patung dan beberapa dupa dan bunga sebagai persembahan,” ujarnya.

Wana wisata Jumprit terletak di lereng Gunung Sindoro, tepatnya di Dukuh Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Lokasi ini berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (DPL). Berjarak sekitar 5,3 Km dari pusat Kecamatan Ngadirejo, atau 25 Km dari pusat Kabupaten Temanggung.

Dalam pengelolaannya berada di Perum Perhutani KPH Kedu Utara, yakni masuk dalam petak 8A RPH Kwadungan BKPH Temanggung dengan luas 1,6 Ha.

Ritual Pengambilan Air Suci Waisak di Umbul Jumprit Temanggung
Ritual Pengambilan Air Suci Waisak di Umbul Jumprit Temanggung (ISTIMEWA)

Suasananya tenang. Sendang ini lebih dikenal sebagai tempat bersemedi maupun kungkum. Biasanya dilakukan setelah lewat tengah malam. Namun, bukan berarti datang ke sini khusus untuk melakukan kegiatan ritual.

 Pesona alam hutan yang masih hijau menjadi alas an untuk menepi sejenak dari keriuhan hidup di perkotaan.

Masuk ke wana wisata Jumprit, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 10 ribu.

“Disarankan untuk tidak membawa kantong plastik yang berisi makanan, karena akan mengundang kera-kera yang tinggal di sekitar sana untuk merebutnya,” tambah Suyoko.

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved