Air Berkah Waisak Diambil dari Wana Wisata Umbul Jumprit Temanggung

air yang disemayamankan diambil dari sumber mata air Umbul Jumprit, pegunungan Sumbing, Kabupaten Temanggung.

Air Berkah Waisak Diambil dari Wana Wisata Umbul Jumprit Temanggung
ISTIMEWA
Ritual Pengambilan Air Suci Waisak di Umbul Jumprit Temanggung 

Menggunakan kendaraan pribadi lebih efisien jika ingin menuju ke lokasi ini, dikarenakan aksesnya yang tidak dilalui angkutan umum.

Kawasan Jumprit berada di jalur strategis, yaitu jalur wisata Borobudur-Dieng, Semarang-Bandungan-Dieng, serta dari berbagai arah dengan kemudahan aksesibilitas, baik dari Wonosobo, Kendal, maupun Yogyakarta.

Jalur yang dilalui jika dari pusat Kecamatan Ngadirejo sudah di aspal halus, namun masih ada beberapa lubang. 

Legenda

Dalam kisah legenda, sendang dan tempat petilasan Jumprit digunakan oleh Pangeran Singonegoro asal kerajaan Majapahit.

Cerita singkatnya, saat Majapahit berperang melawan Kerajaan Demak dan akhirnya harus kalah dengan Demak, pangeran Singonegoro beserta istri dan kedua pengawalnya diajak untuk bertapa di petilasan Jumprit.

Tidak jauh dari petilasan, terdapat makam sang pangeran dan istrinya yang sampai sekarang masih dikeramatkan.

Di kawasan petilasan dan sendang ini, terdapat ratusan monyet ekor panjang, yang dipercaya sebagai keturunan dari Ki Dipo, yakni monyet peliharaan Pangeran Singonegoro yang bisa berbahasa manusia.

Tradisi di Sendang Jumprit

jumprit
jumprit (Tribun Jateng dok)

1. Pengambilan air suci Waisak

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved