OPINI
OPINI Ali Damsuki: Pirpres di Tengah Pusaran Bencana Alam
Motivasi dan semangat yang membara menjadi sebuah pijakan untuk berdiri, berhenti dari kegagalan.
Pantai Talise, Palu (Sulawesi Tengah), berduka sangat mendalam pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR), disertai tsunami. Telah ditemukan lebih dari 840 korban jiwa. Hal tersebut juga terjadi gempa tektonik di Palu (dan Donggala). Ironisnya, kawasan legenda bencana alam, kini menjadi perkotaan padat penduduk. Bahkan pada era moderen, transformasi budaya antisipasi bencana gempa dan tsunami, seolah menghilang. Legenda hanya dianggap mitos, dan tahayul. Padahal UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mengamanatkan kepelatihan bencana.
UU Penanggulangan Bencana pada pasal 26 ayat (1) huruf b, dituliskan bahwa setiap orang berhak: “mendapat kanpendidikan, pelatihan, dan ketrampilan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.” Bahkan pentingnya pendidikan dan latihan kebencanaan diulang lagi pada pasal 35..
Bencana yang terjadi menjadi sebuah peringatan dan nasihat bagi kita semua, khususnya pemerintah agar lebih menata negara dengan baik. Perpolitikan di Indonesia harus lebih dibenahi kembali. Semoga bencana ini tidak menjadi sebuah refleksi bagi dinamika perpolitikan yang dianggap “kurang jelas”.Wallahu’alam bi As-Shawab. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ali-damsuki_20180725_085215.jpg)