Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Pagi

FOKUS Khabib Vs Mcgregor: Patukan Elang Dagestan

Dua lelaki berhadap-hadapan di arena berpenyekat. Keduanya sepadan, sama kuat. Satu sekal dan liat. Satunya terlihat sedikit lebih gempal

Penulis: achiar m permana | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Maka, keduanya kemudian terlibat pertarungan sengit. Di pengujung pertarungan, seperti sudah tertuang dalam Kitab Jitabsara, catatan Batara Panyarikan tentang alur Baratayudha, Werkudara unggul ing yudha. Dia menjambak rambut Dursasana,  menghantamkan dengan Gada Rujakpala ke dada Adipati Banjarjunut itu, lantas memutus lengan dan kepalanya. Dursasana pun pralaya, dalam keadaan yang mengerikan. Banyak dalang yang menggambarkan lakon ini sebagai yang salah satu yang tersadis, terbrutal, dari wiracarita Mahabarata.

Tidak seperti Werkudara yang membalas hinaan dengan hinaan, Khabib kalem saja menanggapi mulut kotor McGregor.

Pembalasan atas atas penghinaan petarung asal Republik Irlandia itu terjadi di oktagon. Di arena pertarungan Khabib meradang. Hampir sepanjang pertarungan, Khabib menghajar McGregor, sebelum menyudahinya dengan sebuah cekikan ketika ronde keempat baru berjalan 3 menit 3 detik. Tepat di pinggir cage atau ring oktagon.

Pertarungan itu membuat McGregor menuai mulut besarnya kotornya. Patukan Elang Dagestan membuat McGregor kehilangan ketelengasannya.

Sayang, pertarungan berbuntut kericuhan lantaran Khabib merasa terhina. Puncaknya, McGregor melontarkan hinaan, yang menyasar ayah dan kepercayaannya. McGregor menyebut ayah Khabib, Abdulmanapovich Nurmagomedov, sebagai sosok yang "bau", dan manajer Khabib, Ali Abdelaziz, sebagai teroris.

"Saya minta maaf kepada Komisi Atletik (Nevada), minta maaf ke Las Vegas. Ini bukan sisi terbaik saya. Saya hanya manusia biasa dan saya tidak mengerti kenapa orang-orang hanya berbicara mengenai saya melompati pagar (dan menyerang)," ujar Khabib dikutip dari Independent, 8 Oktober 2018.

"Lalu bagaimana tentang dia berbicara mengenai agama saya, bicara tentang negara saya, dia bicara tentang ayah saya. Dia datang ke Brooklyn dan merusak bus (pada April 2018) serta hampir membunuh orang-orang. Lalu kenapa orang-orang hanya membicarakan saya melompati pagar?" ucap Khabib.

"Terus, Sampean meh melu-melu jingkrak-jingkrak? Nyoraki McGregor? Ikut-ikutan merayakan kemenangan Khabib dan menganggapnya sebagai kemenangan umat Islam? Halah, unthuk!" Dawir nyeletuk lagi, dan saya tidak bisa membalasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved