Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gempa Hari Ini Mengingatkan Kembali Tentang Gempa Dahsyat di Wonosobo 1924 Silam

Gempa dangkal berkekuatan 2,7 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (10/12/2018) malam pukul 20:05:40 WIB.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Warga membaca artikel tentang gempa Wonosobo tahun 1924 di Perpustakaan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (11/12/2018). 

"Saya ingin berbicara tentang bencana yang terjadi di Wonosobo yang saat ini menjadi bahan pembicaraan, dengan gempa bumi yang mengerikan kawasan yang indah di bagian dari Jawa Tengah ini telah hancur. Saya mengucapkan bela sungkawa dan berusaha memberikan suatu yang lebih untuk daerah yang indah tersebut. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi disana.”

Angka korban jiwa yang tertulis dalam laporan itu tentunya sudah mampu menggambarkan kedahsyatan gempa kala itu.

Sebab, di tahun tersebut, pemukiman dan jumlah penduduk tentu masih jarang, tidak sepadat sekarang.

Tempat tinggal warga yang masih banyak berbahan kayu rusak hingga rubuh.

Kedahsyatan gempa kala itu juga tampak dari bangunan-bangunan Belanda di pusat kota, termasuk gedung-gedung perkantoran.

Padahal, arsitektur Belanda dikenal memiliki konstruksi yang kuat dibanding bangunan pada zaman sekarang.

Tetapi pada hari nahas itu, sejumlah bangunan kolonial di pusat kota nyatanya tak mampu menahan guncangan hingga runtuh.

Hotel Dieng, yang kini berubah nama menjadi Hotel Kresna, di pusat kota pun hancur karena gempa.

Begitu pula beberapa bangunan lain di kota yang juga mengalami kerusakan sangat parah.

"Tidak semua gempa tercatat dalam sejarah dunia. Nah, dua gempa di Wonosobo ini tercatat dalam sejarah gempa dunia," kata Bimo Sasongko, Pustakawan Perpustakaan Kabupaten Wonosobo

Rentetan gempa itu dimulai pada Minggu 9 November 1924.

Terdapat 5 guncangan kala itu, 3 di antaranya terasa begitu kuat sehingga penduduk bergegas meninggalkan rumah.

Selang beberapa hari kemudian, Rabu 12 November 1924, dua guncangan kuat terasa di sore hari yang menyebabkan kerusakan serius.

Gempa berlangsung 10 menit dengan guncangan keras dan bergelombang dari arah utara disertai gemuruh .

Derita para korban belum berakhir.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved