Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gempa Hari Ini Mengingatkan Kembali Tentang Gempa Dahsyat di Wonosobo 1924 Silam

Gempa dangkal berkekuatan 2,7 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (10/12/2018) malam pukul 20:05:40 WIB.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Warga membaca artikel tentang gempa Wonosobo tahun 1924 di Perpustakaan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (11/12/2018). 

Gempa kembali mengguncang cukup kuat pada Minggu, 16 November 1924.

Pusat gempa di 4 KM BL dari pusat Kota Wonosobo telah menyebabkan fragmentasi dan pergeseran lapisan tanah.

Beberapa daerah yang disebut terkena dampak terparah adalah kampung Kali Tiloe, Pagetan, Salam, dan Larang yang terseret runtuhnya tanah.

Dampak gempa mencapai daerah Wonoroto dari utara ke selatan dari pusat gempa. Banyak kampung mengalami kerusakan sangat parah (Indie, hlm 331).

Gempa Tektonik

Tidak terekam adanya aktivitas vulkanik waktu itu, meski daerah itu dikelilingi gunung api.

Getaran gempa ini diduga murni gempa tektonik.

Banyaknya tanah yang bergerak dalam gempa ini merupakan situasi geologi yang aneh.

Kondisi ini diperparah dengan pergerakan lumpur yang masuk ke Sungai Serajou (Serayu) dan Sungai Prengae.

Gempa dan hujan lebat yang turun waktu itu membuat air sungai meluap hingga menimbulkan banjir bandang.

Banyak jembatan hancur hingga jalur komunikasi dan transportasi Wonosobo terputus.

Gempa yang menghancurkan ini memang telah lama berlalu.

Ceritanya terkubur seiring dengan laju zaman dan pergantian generasi.

Sejarah detail perihal gempa itu susah terlacak.

Baik dari cerita tutur masyarakat maupun referensi yang menyajikan bencana besar ini sangat terbatas.

Literatur yang ditemukan pun masih berbahasa Belanda dan Inggris.

Tak ayal, banyak masyarakat Wonosobo yang tak mengetahui ihwal sejarah ini.

Hampir seratus tahun usai bencana besar itu terjadi, Wonosono kini kembali diguncang gempa.

Gempa kali ini memang berkekuatan lemah dan belum dilaporkan ada kerusakan.

Tidak setara dengan peristiwa gempa pada tahun 1924 silam.

Tetapi ini bisa menjadi alarm yang membuat masyarakat terjaga dari tidur panjangnya.

Ini mengingatkan, gempa bisa terjadi kapan dan dimana saja, bahkan di tempat yang diklaim paling aman hingga masyarakatnya terlena.

"Bukan menakut-nakuti. Tapi untuk kewaspadaan," tandas Bimo Sasongko. (tribunjateng/khoirul muzakki)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved