Guru di Cilacap Jualan Bakso dan Mie Ayam Semangkuk Rp 5.000, Tiap Jumat Es Teh Gratis
Di Sragen viral mie ayam Rp 2.000, di Cilacap ada mie ayam atau bakso plus es teh manis Rp 5.000 setiap hari Jumat.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng Permata Putra Sejati
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Di Sragen viral mie ayam Rp 2.000, di Cilacap ada mie ayam plus es teh manis Rp 5.000 setiap hari Jumat.
Begitu pula harga bakso plus es teh dibanderol Rp 5.000 pada hari yang agung menurut umat Islam itu.
Tak ubahnya di Sragen, mie ayam dan bakso murah di Cilacap ini juga menjadi viral di Facebook.
Adalah Kedai Mama di Desa Karanganyar RT 3 RW 1, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang menyediakannya.
Tempatnya bersih, suasana sekitar sejuk.
Banyak tanaman hias di seputar kedai, irama musik mengalun merdu.
• Penjual Mie Ayam Rp 2.000 di Sragen Banjir Pesanan, Ada yang Beli Rp 100.000 Minta 2 Porsi
• Viral Mie Ayam Rp 2.000 di Facebook, Inilah Penjelasan Rika Sang Penjual di Sragen
• Di Purwokerto Ada Bakso Dijual Rp 5.000 Semangkuk, Pembeli Dibuat Heran Setelah Menyantapnya
• Mie Ayam Pak Pin Semarang Cuma Rp 5.000 per Porsi, Kuliner Kondang Berharga Murah
Pemiliknya adalah Dewi (30) bersama sang suami Zaki (40), warga Desa Karanglewas, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap.
Ada motivasi tertentu di balik alasan mereka menjual bakso dan mie ayam plus es teh berharga murah ini.
"Kami terkadang membeli bakso dan makan di tempat. Lalu kami ingat dan merasa kasihan dengan keluarga di rumah kalau tidak dibungkuskan. Padahal harga bakso saja rata-rata 11.000 sampai Rp 12.000 seporsi. Kalau dua porsi saja berapa? Belum lagi kalau minta dibungkus," terang Dewi kepada Tribunjateng.com, Minggu (20/1/2018).
Sejak saat itu mereka mempunyai keinginan berjualan bakso dengan harga terjangkau.
Supaya pembeli bisa membawa pulang juga untuk keluarga di rumah.
Dewi dan Zaki baru memulai usahanya sekira 6 bulan lalu.
Pekerjaan utama mereka adalah guru honorer.
Zaki mengajar di SMK Yos Sudarso Sidareja, Cilacap, sebagai guru Teknik.
• HEBOH! Wanita Hamil 9 Bulan Ini Bangun Tidur Shock Tiba-tiba Janinnya Hilang Misterius
• LUAR BIASA! Siapa Sangka Pria yang Sehari-hari Memungut Sampah Ini Ternyata Adalah Seorang Milyader!
• Relawan Bertekad Terus Melanjutkan Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Lawu Karanganyar
Adapun Dewi mengajar di SMK LPPM RI 18 Sidareja, Cilacap, sebagai guru Bahasa Inggris.
Mereka berjualan setelah pulang mengajar.
Biasanya mereka membuka kedai pukul 13.00 dan tutup pukul 20.00 WIB.
"Kalau hari-hari biasa buka setiap pulang mengajar. Kalau hari Minggu buka lebih cepat, jam 10.00," ujar Dewi.

Seporsi bakso Rp 5.000 berisi tiga butir bakso ukuran standar, bisa ditambah mie kuning dan bihun.
Satu lagi yang membedakan, bakso ini terbuat dari daging ayam bukan daging sapi seperti umumnya.
Adapun porsi mie ayam tak berbeda dari porsi di warung lain.
Modal awal Dewi berjualan sekitar Rp 150 ribu.
• TERBARU: Alasan Vanessa Angel Aktif di Dunia Prostitusi Online, Ingin Selesaikan Utang
• TRAGIS! Gadis Ini Ingin Lebih Cantik Rela Menabung Hingga Rp55 Juta Justru Berakhir Petaka
• Penangkapan 4 PSK di Bawah Umur dari 48 PSK di Kasus Prostitusi Berkedok Layanan Pijat
Modal tersebut sudah bisa membeli berbagai macam bahan membuat bakso dan mie ayam.
Setiap hari mereka menggiling 2 kilogram daging ayam dengan harga sekitar Rp 60 ribu.
Ditambah bumbu-bumbu sekitar Rp 20 ribu.
Sehingga total biaya yang dikeluarkan membuat bakso Rp 80 ribu.
Sisanya dipergunakan membeli buah-buahan seperti buah naga, nanas, dan jeruk guna bahan baku berjualan jus.
Meski Kedai Mama masih terlihat sederhana tapi setiap hari rata-rata terjual 35 mangkuk bakso dan 20 mangkuk mie ayam.
Khusus hari Jumat, mereka menggratiskan es teh bagi pembeli.
Selain hari itu, es teh tetap dikenai harga Rp 2.000 segelas.
"Selama tidak rugi tidak masalah. Rencananya jika usaha ini lancar dan langgeng, kami ingin menggratiskan bakso setiap hari Jumat," ujar Zaki.
Pelanggan Kedai Mama kebanyakan pelajar SD, SMP, dan SMA.
Terkadang murid-murid itu datang beramai-ramai untuk makan bersama.
Selain full music dan dan ada berbagai tanaman hias, Kedai Mama dilengkapi toilet.
Saman (40), warga Desa Karanganyar, termasuk sering membeli bakso di warung milik Dewi dan Zaki.
• Benarkah Warga yang Belum Daftar BPJS Kesehatan per Januari 2019 Tak Bisa Buat SIM dan Paspor?
• Kisah Hijrah Vokalis Pas Band Dibalik Kecelakaan Saat Perjalanan Berdakwah
• Ungkap Kasus Perkosaan Yang Libatkan Anak Pejabat, Kapolri Jujur Ini Dipensiunkan di Usia 49 Tahun
"Harganya terjangkau, rasa enak bikin perut kenyang. Bakso sekarang umumnya Rp 12 ribu. Semisal satu keluarga ada 6 orang, sudah Rp 72 ribu. Kalau beli di sini sudah dapat 14 mangkuk bakso," ujar Saman.
Semula Kedai Mama hanya berjualan bakso.
Kemudian banyak pembeli yang memesan mie ayam.
Dewi pun memutuskan berjualan mie ayam juga.
Mengikuti perkembangan zaman, warung ini juga melayani pesanan melalui nomor 081229549618.
Berlaku khusus di wilayah Cilacap dengan minimal pemesanan 2 porsi.
Menurut Zaki, warga sekitar semakin paham keberadaan bakso Kedai Mama.
Banyak dari mereka membeli pada hari Jumat karena es teh gratis.
• LIPUTAN KHUSUS : Kala Pedagang Online Khawatir Dikenai Pajak
"Hari pertama berdagang bakso, tidak ada yang membeli satu pun. Lama-lama banyak yang penasaran karena harganya murah. Gethok tular, terutama anak-anak sekolah," jelasnya.
Di Facebook, keberadaan Kedai Mama banyak diperbincangkan.
Ada yang bertanya lokasinya sampai terheran-heran apakah tak rugi berjualan bakso dan mie ayam seharga Rp 5.000 dan gratis es teh. (*)
Tonton juga Mie Ayam Rp 2.000 di Sragen: