Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tahun Baru Imlek

Wedang Ronde Juga Minuman Para Dewa Tiap Imlek, Ini Kata Jongkie Tio

Wedang ronde dibuat dari bahan-bahan yang halal. Sehingga mudah diterima masyarakat lokal yang sebagian besar menganut agama Islam.

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Wedang ronde 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak sedikit masyarakat yang mengira apabila wedang ronde, sebagai minuman penghangat tubuh dan cocok sebagai suguhan pada malam hari di musim penghujan seperti saat ini merupakan minuman khas asal negeri tirai bambu, Cina.

Sejarawan Tionghoa di Kota Semarang, Jongkie Tio pun mencoba membeberkannya.

Menurutnya, wedang ronde di negeri asalnya disebut tengyuan.

Kemudian, masuk ke Nusantara sekitar 400 Masehi.

Kala itu dibawa oleh para pedagang Cina yang berlabuh di Pulau Sumatera dan Jawa.

Tak disangka, minuman jahe ini diminati masyarakat saat itu.

"Wedang ronde dibuat dari bahan-bahan yang halal. Sehingga mudah diterima masyarakat lokal yang sebagian besar menganut agama Islam," sebutnya, Jumat (25/1/2019).

Selain jahe, bahan utama pembuatan wedang ronde adalah ketan.

Ketan inilah yang dijadikan ronde.

Ronde berbentuk bulat berisi gula kacang.

Tetapi di negeri tirai bambu, wedang ronde hanya berisi jahe dan ronde.

Namun, dalam perkembangannya di Indonesia diberi beberapa tambahan seperti kolang-kaling, roti, dan kacang.

Awalnya, ronde yang disajikan memiliki 3 warna berbeda, yakni merah, putih, dan hijau.

Setiap warna memiliki filosofi masing-masing.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved