Ganjar Menilai Teror Kain Api di Semarang dan sekitarnya Tak Memiliki Motif Tertentu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menduga teror pembakaran mobil di sejumlah tempat, baik di Semarang

Ganjar Menilai Teror Kain Api di Semarang dan sekitarnya Tak Memiliki Motif Tertentu
TRIBUN JATENG/RADLIS
Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Labfor Bareskrim Mabes Polri cabang Semarang mendatangi lokasi kejadian pembakaran kendaraan di Tambak Aji, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (3/2/2019). 

Baik piutang dengan pihak ataupun punya pertikaian dengan kelompok tertentu.

"Maka ini memang sangat acak polanya. Dan semuanya belum terbaca motif-nya,"

Pada kesempatan itu, Ganjar berpesan kepada para pelaku teror agar jangan lagi mengganggu ketenangan, ketenteraman dan kedamaian di Jateng.

"Saya mengingatkan saja. Jangan ganggu Jawa Tengah, jangan ganggu Indonesia. Apalagi, dalam masa masyarakat sedang merayakan jelang pesta demokrasi. Sehingga ini menjadi gangguan yang tidak mengenakkan dan ada kerugian harta," tukasnya.

Saat ditanya apakah ada kecurigaan teror tersebut ada kaitannya dengan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang sebentar lagi digelar, Ganjar menjawab tidak memiliki kecurigaan tersebut.

"Jawa Tengah terkenal sejuk, damai masyarakatnya iklimnya kondusif. Wong, saya mengalami Pemilihan Gubernur saja, Pemilihan Bupati serentak, sejuk-sejuk saja. Tidak ada kejadian seperti ini," jelasnya.

Lebih lanjut Ganjar menambahkan, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku dan menyelesaikan persoalan itu sesuai dengan hukum.

"Kepada para peengganggu, anda saya peringatkan. Kita akan kejar dan minta pertanggung jawabannya secara penuh. Saya meminta aparat penegak hukum agar tidak ragu (ambil tindakan tegas)," katanya.

Berkaitan dengan langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jateng, Ganjar menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Termasuk dengan pemerintahan kabupaten/kota.

Pemprov Jateng pun menggalakkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) oleh masyarakat.

"Koordinasi kami dengan Forkopimda dan kabupaten/kota, sama dengan yang dilakukan Kapolrestabes Semarang. Kita juga akan giatkan lagi pengamanan di kampung-kampung. Jika warga melihat ada orang berboncengan dan mencurigakan segera foto dan laporkan. Kita jaga keamanan bersama-sama,” tandasnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved