Petis Runting Kuliner Lezat Khas Pati Seporsi Hanya Rp 5 Ribu
Jika ditanya tentang kuliner khas Pati, kebanyakan orang mungkin akan menjawab nasi gandul atau soto kemiri.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Jika ditanya tentang kuliner khas Pati, kebanyakan orang mungkin akan menjawab nasi gandul atau soto kemiri.
Namun, ada hidangan lain khas Pati yang tak kalah lezat, namanya petis runting.
Jangan dibayangkan petis runting berbumbu hitam kental seperti isian tahu petis.
Petis runting merupakan rebusan tulang kambing yang dihidangkan dalam kuah kental berwarna kecokelatan.
Makanan yang berasal dari Dukuh Runting, Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati itu mirip tengkleng atau gulai, namun kuahnya berwarna lebih gelap.
Selain itu juga lebih kental karena mengandung tepung beras yang masih bertekstur kasar.
"Kuahnya itu yang menjadi ciri khas."
"Tepung berasnya ditumbuk, kemudian disangrai. Jadi tekstur kuahnya terasa," jelas Aryawan (30), yang akrab disapa Wawan, Senin (18/2/2019).
Wawan merupakan pemilik warung petis runting di Dukuh Runting.
Tepung beras dalam petis runting menjadikan kuah hidangan tersebut terasa mengandung butiran-butiran lunak yang gurih.
"Bahan untuk membuat petis runting adalah balungan dan hampir semua bumbu dapur kecuali kunci."
"Selain tepung beras, bumbu yang digunakan antara lain kecap, laos, kunyit, jahe, kencur, ketumbar, merica, bawang merah, dan bawang putih," jelas Nosifa Nelia (30), istri Wawan.
Nosifa mengatakan, petis runting biasa hanya berisi balungan kambing.
Namun, umumnya petis runting juga dihidangkan dengan kikil, sate kambing, atau kepala kambing.
Hampir semua orang Runting bisa memasak petis runting.