Dua Penyelundup Narkotika yang Tertangkap di Bandara Semarang, Sembunyikan Sabu di Dubur

Satgas Pemberantasan Narkotika BNNP Jawa Tengah amankan dua tersangka yang selundupkan sabu-sabu di dubur.

Dua Penyelundup Narkotika yang Tertangkap di Bandara Semarang, Sembunyikan Sabu di Dubur
Tribun Jateng/Hermawan Hadaka
Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Muhammad Nur (Tengah) saat melakukan gelar pengungkapan kasus tindak pidana peredaran gelap narkotika jenis shabu di Semarang dan Batam jaringan Malaysia-Batam dan Semarang di Kantor BNNP Jawa Tengah, Kamis(2/5/2019). Barang bukti yang berhasil di amankan sabu sebanyak 250 gram, narkotika sebanyak 650 gram dan 10 bungkus plastik bulat berisis narkotika jenis sabu @50 gram dengan total 500 gram serta 2 bungkus plastik narkotika jenis sabu seberat 400 gram. 

"Sisa shabu 650 gram itu rencana dibawa tersangka DAT berangkat menuju Semarang dengan hari dan pesawat yang sama. Karena DAT batal berangkat, direncanakan esok harinya," tambah Brigjen Pol Muhammad Nur.

Kepala BNNP Jateng segera berkoordinasi dengan Kabid Pemberantasan BNNP Kepri untuk melakukan penangkapan terhadapar tersangka DAT.

DAT berhasil ditangkap pukul 20.30 WIB di rumahnya dengan menyita 5 bungkus plastik bulat lonjong dan 2 bungkus plastik besar berisi narkotika jenis shabu seberat 650 gram.

"Total 900 gram shabu yang diambil dari Malaysia dan rencananya akan diedarkan di wilayah Jawa Tengah," tambah Kepala BNNP Jateng.

Kedua tersangka HH dan DAT ditahan di rumah tahanan BNNP Jateng dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Scurity and Safety Departemen Head PT Angkasa Pura I Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Dedy Sri Cahyono menambahkan, secara prosedural pihaknya telah menjalankan berbagai ketentuan standar pengamanan di Bandara.

Satu di antaranya dengan alat (metode) X-Ray yang digunakan untuk melakukan scanning benda-benda logam baik di keseluruhan dalam tas maupun yang melekat pada tubuh manusia.

"Nah kalau tadi dijelaskan barang dimasukkan ke dalam tubuh melalui anus dan tidak mengandung logam, maka tidak akan bunyi ketika discanner. Dengan kejadian ini, kedepan kami akan terus koordinasi intens dengan pihak BNN selain kami juga punya cctv yang bisa membantu, tim Avsec juga akan semakin perketat SOP pengamanan. Kalau alat pendeteksi barang di dalam tubuh langsung kami belum mempunyai," pungkas Dedy. (sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved