Gojek Target Beri Pendampingan 35 Ribu UMKM di Indonesia Selama Tahun 2019

Aplikator transportasi online, Gojek menargetkan bisa memberikan pelatihan kepada 35 ribu UMKM pada tahun 2019.

Gojek Target Beri Pendampingan 35 Ribu UMKM di Indonesia Selama Tahun 2019
IST
Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemeterian Koperasi dan UKM Rully Nuryanto (kiri), Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho (tengah), dan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono menandatangani Nota Kesepahaman yang menandai terjalinnya kolaborasi strategis antara GOJEK dengan Kemenkop UKM dan Kementerian Ketenagakerjaan RI. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aplikator transportasi online, Gojek menargetkan bisa memberikan pelatihan kepada 35 ribu UMKM pada tahun 2019.

Saat ini sudah sekitar 8 ribu usaha mikro di 14 kota telah terjangkau oleh mereka.

Target tersebut diungkap oleh Chief Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho.

Sebelumnya mereka telah terlebih dahulu menjalin kerjasama dengan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Direktorat Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan.

"Kami ingin mengajak para pelaku UMKM untuk naik kelas dengan mengajak mereka untuk memberdayakan ekonomi digital," ujar Shinto seperti dikuti dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Tribun Jateng, Jumat (24/5/2019).

Ia memaparkan bahwa Gojek selalu mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para UMKM supaya mereka bisa terus tumbuh.

Sebagai pelaku industri teknologi, ia menyebut memiliki solusi dan pengetahuan untuk membantu UMKM naik kelas lewat teknologi.

Peran kementerian koperasi dan UMKM nantinya adalah menunjukan udaha mana yang akan mendapat pendampingan dari Gojek.

Hal itu karena mereka memiliki jaringan dan data yang lengkap tentang UMKM
 

“Kami akan dampingi UMKM melalui program Gojek Wirausaha  dengan tag line Gerakan Online Nusantara.

Itu adalah program untuk mendukung kemandirian dan ketahanan finansial UMKM melalui program pemberdayaan, dan memastikan pelaku usaha mendapatkan akses yang berkelanjutan terhadap pertumbuhan bisnis, layanan keuangan, dan pasar yang lebih luas,” kata Shinto. 

Dalam pelatihan Gojek Wirausaha tersebut, UMKM yang mengikuti pelatihan juga bisa bergabung dengan ekosistem Gojek melalui pendaftaran di lokasi pelatihan.

Sementara itu, terkait kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian akan membantu Gojek dalam meningkatkan skill para mitra yang sudah bergabung dengan ekosistem, termasuk pemberian sertifikat kompetensi.

Melalui kerjasama ini Shinto, percaya bahwa pertumbuhan ekonomi digital dan kontribusi ekosistem Gojek pada perekonomian nusantara semakin seignifikan. 

Sebelumnya, riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebutkan kontribusi mitra Gojek dari empat layanan sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 44,2 trilliun. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved