Gunakan Sistem Integrasi Ini, Korban Kecelakaan Tak Perlu Lagi Urus Penjaminan di Jasa Raharja

Adanya sistem integrasi ini ditujukan agar proses koordinasi manfaat antara BPJS Kesehatan dengan PT Jasa Raharja menjadi lebih mudah, cepat, tepat.

Gunakan Sistem Integrasi Ini, Korban Kecelakaan Tak Perlu Lagi Urus Penjaminan di Jasa Raharja
ISTIMEWA
Sosialisasi Sistem Insiden yang diikuti seluruh perwakilan rumah sakit di Hotel Grasia Semarang, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Guna memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat, BPJS Kesehatan bersama PT Jasa Raharja (Persero) mengembangkan sistem integrasi Insiden (Integrated System for Traffic Accidents) sejak Maret 2018.

Adanya sistem integrasi ini ditujukan agar proses koordinasi manfaat antara BPJS Kesehatan dengan PT Jasa Raharja menjadi lebih mudah, cepat, tepat, dan akurat.

Itu dalam rangka perwujudan percepatan reformasi birokrasi penjaminan terhadap korban kecelakaan lalu lintas (KLL).

“Jadi pada prinsipnya, Insiden ini bukan hal baru dalam penjaminan kecelakaan lalu lintas. Hanya penamaan baru dari sistem integrasi," ujar Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Istianti kepada Tribunjateng.com, belum lama ini.

Istianti menyebut, perlu adanya komitmen antara PT Jasa Raharja (Persero), BPJS Kesehatan, dan rumah sakit sebagai user Insiden.

Harus memahami kebijakan penjaminan KLL secara baik karena mereka yang akan menginput data korban kecelakaan lalu lintas di rumah sakit.

Dengan adanya sistem integrasi Insiden ini, ada beberapa keuntungan baik bagi peserta fasilitas kesehatan maupun BPJS Kesehatan dan PT Jasa Raharja.

Di antaranya yaitu Insiden mempermudah proses penjaminan.

"Korban atau keluarga korban tidak perlu datang ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan ataupun Kantor Cabang Jasa Raharja untuk mengurus administrasi penjaminan. Rumah sakit mengirimkan informasi korban KLL secara elektronik untuk dilakukan kunjungan oleh petugas," jelasnya.

Adapun pada 29 Oktober 2018, insiden telah diadopsi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141 Tahun 2018 sebagai upaya sinergi pada kasus kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan kasus lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Insiden memberikan informasi penjaminan korban KLL secara transparan, dan memberikan penjaminan menjadi lebih tepat sekaligus akurat," paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan PT  Jasa Raharja Tingkat 1 Kota Semarang, Yoga Sasongko menambahkan, pada 18 Juni 2019 aplikasi Insiden ditetapkan sebagai Top 99 Pelayanan Publik oleh Kementerian PAN RB.

“Kami ingin fokus ke percepatan birokrasi, baik dengan kepolisian dan BPJS Kesehatan. Saat ini yang sudah dijalankan dengan kepolisian yaitu mengelink setiap kecelakaan yang dilaporkan dari kepolisian sudah bisa dilihat by system oleh kami," imbuh Yoga. (Desta Leila Kartika)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved