11 Tahun Vakum, Ratusan Suporter PSISA Salatiga Demo Tuntut Pemkot Perhatikan Klub

Ratusan suporter sepakbola pendukung klub Persatuan Sepakbola Indonesia Salatiga (PSISA) melakukan aksi demonstrasi menuntut Pemerintah Kota (Pemkot)

11 Tahun Vakum, Ratusan Suporter PSISA Salatiga Demo Tuntut Pemkot Perhatikan Klub
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Ratusan suporter PSISA Salatiga menggelar aksi damai meminta Pemkot Salatiga menghidupkan klub sepakbola daerah itu di Stadion Kridango Salatiga, Jumat (12/7/2019).TRIBUNJATENG.COM/ M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ratusan suporter sepakbola pendukung klub Persatuan Sepakbola Indonesia Salatiga (PSISA) melakukan aksi demonstrasi menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga kembali menghidupkan klub sepakbola kebanggaan warga Kota Hati Beriman.

Mereka menyertakan sejumlah spanduk bertuliskan permintaan kepada Pemkot Salatiga agar turut memperhatikan keberlangsungan dunia olahraga terutama tim sepakbola daerah.

Beberapa tulisan dibentangkan pendukung misalnya berbunyi, “ PSISA Ora Sepele”, kemudian “Kami Rindu PSISA Berjaya” dan “ Kembalikan PSISA-ku yang dulu”.

Koodinatoor aksi sekaligus mewakili suporter PSISA Salatiga, Yanuar (30) mengatakan sekira hampir 11 tahun lamanya klub PSISA Salatiga tidak mengikuti sejumlah kompetisi olahraga yang ada.

Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat pecinta sepakbola.

“Jadi kami meminta jawaban dari Pemkot Salatiga, alasan PSISA dibekukan sampai sekarang itu kenapa.

Kami sebagai suporter butuh tahu, karena waktunya sudah begitu lama sekira 11 tahunan,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Stadion Kridango Salatiga, Jumat (12/7/2019)

Sepengetahuan Yanuar, PSISA ketika masih aktif terakhir menjalani pertandingan terakhir tertahan pada kompetisi liga 3.

Ia menyampaikan sejarah awal berdirinya tim sepakbola kebanggan warga Salatiga itu tidak terlepas dari peran serta Pemkot Salatiga, karenanya sekarang ratusan suporter kembali meminta pemerintah turut bertindak.

“Kami harapannya Pemkot Salatiga itu menjembatani hidupnya PSISA.

Apabila terjadi masalah pada manajemen klub, sebaiknya pemerintah juga mengambil langkah-langkah perbaikan.

Kami mengusulkan dilakukan pergantian pengurus serta manajemen,” katanya

Yanuar menambahkan, total suporter yang turut serta menyampaikan pendapat melalui aksi damai demontrasi berasal dari berbagai kelompok total sekira 200 orang.

Pada kesempatan itu, ratusan suporter melakukan aksi jalan kaki dari Stadion Kridango menuju kantor Walikota Salatiga dan DPRD hanya saja tidak ada perwakilan yang menemui mereka. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved