Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gerindra Butuh Berapa Kursi Menteri? Jawaban Fadli Zon Bikin Mardani Ali Sera Terkekeh

Politukus Gerindra, Fadli Zon menjawab pertanyaan Karni Ilyas soal jatah kursi di kementerian kabinet Jokowi 2019-2024.

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Gerindra Butuh Berapa Kursi Menteri? Jawaban Fadli Zon Bikin Mardani Ali Sera Terkekeh 

Ia menilai topik "REBUTAN KURSI, REBUTAN REZEKI?" kurang cocok kepada partai-partai koalisi Prabowo-Sandi.

Menurut Fadli Zon, yang berebut kursi dan berebut rezeki itu mungkin adalah partai-partai pengusung dari Jokowi dan Maaruf Amin.

"Tema malam ini sebetulnya, bukanlah tema yang pas untuk partai-partai yang mungkin berada dalam koalisi Prabowo-Sandi, untuk bicara. Karena judulnya ini kan ‘rebutan kursi rebutan rezeki’, jadi yang berebut kursi ini adalah partai yang mengusung Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin," katanya.

"Kecuali ada mungkin (partai pengusung Prabowo) sudah ada yang berbeda." katanya.

Gerindra belum memutuskan formal dan akan dipertimbangan dari berbagai hal.

Fadli Zon menilai bahwa saat ini harus mempertimbangaan kepentingan bangsa agar kedewasaahn politik terjadi.

Fadlii Zon menilai ketegangan yang terjadi di masyarakat bukan karena pemilu.

"Hal itu terjadi karena 5 tahun Pak Jokowi gagal menunaikan sebagian besar janji-janjinya,' ujarnya.

Fadli Zon lantas mengatakan bahwa isu rebutan kursi adalah isu yang remeh temeh.

"Rebutan kursi ini soal remeh temeh, mendangkalkan demokrasi dan intelektualitas kita, membuat rakyat marah, terhadap intitusi partai politik, seolah ujungnya daging sapi, kalau ujungnya dagang sapi untuk apa berkontestasi, mending duduk-duduk aja ngopi dan atur-atur semua, jadi untuk apa hakekatnya demokrasi, ini tujuannya untuk menguji," ujarnya.

Harusnya kita memperdalam demokrasi kita, memperdalam intitusi-intitusi kita, agar kuat

Menurutnya, seharusnya eksekutif diisi oleh orang-orang terbaik di dalamnya, bukan orang yang diusulkan oleh parpolnya, bukan orang yang belajar dan hanya mengisi kekuasaan

Politikus PDIP, Aria Bima lantas tertawa.

Fadli Zon lantas mengatakan bahwa Prabowo Subianto berbesar hati saat membubarkan koalisi Indonesia adil makmur lantaran Prabowo paham bahwa partai memiliki strategi dan keputusan masing-masing.

Ia menambahkan bahwa dalam pemerintahan harus ada fungsi cek and balance agar terjadi fungsi kontrol yang baik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved