HUT ke-34, SBH Ajak Generasi Milenial untuk Indonesia Sehat

Mengangkat tema Saka Bakti Husada Generasi Milenial untuk Indonesia Sehat, seminar melibatkan sekira 400 peserta dari SBH 35 kabupaten/kota di Jateng

HUT ke-34, SBH Ajak Generasi Milenial untuk Indonesia Sehat
Tribunjateng.com/idayatul rohmah
Ratusan Peserta dari SBH 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ikuti seminar motivasi di Gedung Wisma Perdamaian Kota Semarang, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Saka Bakti Husada (SBH) ke-34, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah menggelar acara temu anggota SBH dan seminar motivasi di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Rabu (17/7/2019).

Mengangkat tema "Saka Bakti Husada Generasi Milenial untuk Indonesia Sehat", seminar melibatkan sekira 400 peserta dari SBH 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid) mewakili Kadinkes Jateng, dr. Yulianto Prabowo M.Kes menuturkan, acara ini dilaksanakan dengan maksud agar Pramuka Saka Bakti Husada mampu berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi kesehatan yang anti hoax, SBH menjadi agent of change dalam beperilaku hidup sehat.

Menurutnya, SBH juga meningkatkan citra Gerakan Pramuka dalam kiprahnya sebagai pelopor hidup bersih dan sehat serta menjadi kader penggerak pembangunan kesehatan yang membantu percepatan pencapaian cakupan upaya kesehatan.

"Pengurus di tingkat nasional dan daerah bersama pengelola program kesehatan diharapkan dapat bekerja sama dalam membina dan mengembangkan SBH.

Begitu pula dengan keterlibatan organisasi profesi kesehatan diharapkan dapat dioptimalkan sehingga ke depan pembinaan SBH menjadi tanggung jawab bukan hanya Kementerian Kesehatan melainkan keluarga besar kesehatan dan gerakan Pramuka," paparnya.

Ketua Pin Saka Bakti Husada Jawa Tengah, Agus Tri Cahyono menyampaikan, tema tersebut tepat untuk SBH di era Milenial ini.

Terlebih, total SBH di Jawa Tengah mencapai 18.000 orang sehingga dapat turut andil dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

"Total SBH kami hampir sekitar 18.000 orang ini akan membantu kegiatan yang merupakan upaya kesehatan masyarakat. Ini merupakan suatu potensi," imbuhnya.

dr Wahyu menambahkan, Jawa Tengah saat ini masih memiliki beberapa permasalahan yang membutuhkan dukungan dari berbagai elemen.

Seperti kasus kematian ibu, kasus stunting dan lainnya.

Menurutnya, dalam menyelesaikan masalah tersebut, SBH memiliki peran untuk mengedukasi ke masyarakat.

"Ini terkait perilaku, seperti stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan, kita belum optimal di seluruh provinsi Jawa Tengah.

Pramuka ini bisa membantu kami dalam masalah kesehatan ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat supaya mampu mencapai target pembangunan kesehatan kita," tukasnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved