Prof Dr Imam Taufiq MAg, Santri Jombang jadi Rektor UIN Walisongo Semarang
UIN Walisongo Semarang telah memiliki rektor baru Periode 2019-2023, Prof Dr Imam Taufiq MAg. Ia baru dilantik Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
Saya juga mengikuti pembibitan dosen angkatan IX untuk program di Timur Tengah kelas Bahasa Arab tahun 1995 selama 9 bulan. Itu membuka cakrawala dan jaringan di Timur Tengah.
Pengalaman menghadapi masalah berat dan bagaimana memotivasinya?
Saya kalau sudah masuk ke sesuatu selalu yakin saya bersama Allah, saya husnudzon sama Allah. Maaf, saya merasa tidak memiliki kemampuan di atas rata-rata, tapi ketika yakin lolos, pasti lolos. Tes CPNS yakin lolos, ternyata juga lolos. Tes pembibitan dosen yakin lolos, ternyata juga lolos. Itu banyak terjadi di banyak hal.
Tapi waktu saya memang habis di training-training bahasa dan alquran.
Setelah masuk S2 kemudian ke training-training resolusi konflik dan deseminasi perdamaian anti kekerasan di Eropa, mulai di Belanda 2 bulan, di Austria 9 bulan dalam rangka kuliah dan seterusnya.
Cakrawala antara dunia timur dan barat, kemudian memicu saya melakukan mapping.
Keterlibatan keluarga kesuksesan karier?
Saya begini pasti karena doa orangtua. Setiap hari, ibu saya hanya duduk dan berdoa, saya yakin dalam doanya selalu mendoakan anak dan cucunya, saya yakin itu. Jadi ini karena doa orangtua.
Kedua, istri saya, itu paling dominan. Bagaimana waktu-waktu saya banyak terambil tidak untuk keluarga. Kalau tak ada perhatian dan support tentu tidak mungkin bisa seperti ini, bahkan bisa saja malah ngrecoki.
Bagi saya, apapun selalu diskusi dengan istri. Bahkan urusan kampus dan kemasyarakatan selalu diskusi dnegan dia.
Jadi rumah tempat bercurhat. Tapi ya tidak dalam hal yang memang dilarang oleh negara, semisal rahasia-rahasia negara, itu memang saya benar-benar ‘keep’.
Bagi saya, istri bukan ‘konco wingking’ tapi mitra yang sejajar dari semua aspek. Saya begini juga karena istri saya, supportnya luar biasa, kalau tidak begitu ya tidak bisa.
Bahkan masalah ilmiah juga saya diskusikan pada istri, semisal merumuskan tulisan. Itu pentingnya membangun kebersamaan untuk membangun keberkahan masa depan.
Pesan untuk para pelajar?
Kalau saya menyarankan jangan pernah sia-siakan waktu. Di manapun dalam menempuh pendidikan, lingkungan kalian itu adalah lingkungan yang tepat, mau di SMA, MA, itu orang-orang pilihan, maka manfaatkan sebaik-baiknya jangan pernah main-main.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rektor-uin-walisongo-semarangprof-dr-imam-taufiq-mag.jpg)